Menu

“Jangan kebanyakan mengeluh Mas”

25/03/2011 | CORETAN
Pagi ini mumpung libur, cuaca cerah dan saya berniat menuju tempat Cuci Motor langganan saya, maklum akhir-akhir ini Jogja dan sekitarnya terus-terusan dilanda hujan deras, Mumpung cuaca cerah saya berniat mencuci motor yang sudah lumayan kotor. Urusan cuci motor saya lebih percaya dengan para tukang cuci motor di pinggir jalan yang sudah jadi langganan sejak dulu. 
Terkadang memang saya sempat kapok juga, saat musim hujan seperti ini mencuci motor, pagi di cuci sore harinya kehujanan, tapi apa mau dikata, justru inilah keadilan Allah di tunjukan, saya berfikir dengan cuaca yang tidak menentu seperti ini rekan-rekan saya yang berprofesi jadi tukang cuci motor mendapatkan rejekinya. Terkadang ada rasa kasihan juga, disaat hujan deras seharian seperti kemarin, pastinya mereka tidak mendapatkan apa-apa, karena jelas tidak ada motor yang di cuci. 
Dalam sebuah obrolan singkat dengan tukang cuci motor saya dapatkan satu pelajaran baru, bahwa mereka tidak pernah mengeluh dengan apapun keadaan yang terjadi. Disaat cuaca hujan satu hari penuh barangkali mereka harus merelakan diri untuk menutup usahanya karena sudah dipastikan tidak ada orang yang mencuci motor. “Kemarin hujan deras seharian mas, saya cuma dirumah sama anak saya, alhamdulillah bisa nemanin anak dirumah” begitu yang dia ucapkan sambil sibuk membersikan motor saya.  
Saya tertegun, Subhanallah… dia masih sempat bersyukur, padahal seharian dia sudah pasti tidak mendapatkan rejeki, karena satu-satunya sumber rejekinya dari hasil mencuci motor. Hari ini dia tetap bersemangat membuka tempat cuci motor dipinggiran jalan itu dengan harapan besar hari ini kembali cerah sehingga banyak orang datang untuk mencucikan motor, dan rejeki merekapun kembali mengalir.
Saya nggak pernah mengeluh mas, mau gimana cuacanya insyaAllah rejeki pasti datang” kata pria kurus yang sudah biasa mencuci motor saya sejak 3 tahun ini.
 
Sebuah kata sederhana tetapi seringkali kita praktekkan langsung baik secara sadar maupun tidak MENGELUH. Hampir disetiap kesempatan saya sering sekali mendengar orang mengeluh. 
Ustadz… soalnya susah banget, kita bingung” begitu keluhan salah satu siswa kelas 3 di sekolah saya beberapa hari lalu selepas mereka mengerjakan Soal-Soal Ujian Sekolah.
Wah Pak Bos kelewatan, waktunya libur malah di suruh lembur, padahal ane ada jadwal keluarga nih”  keluhan ini saya dengar dari rekan saya beberapa waktu lalu.
Duh kerjaan saya kok ditambahin melulu tiap hari, padahal itu kan bukan tugas saya”
” Anak-anak kelas 7 E susah banget diatur yach, saya jadi males masuk ke kelas mereka” ucapan dari rekan seprofesi saya.
Mengeluh adalah hal yang sangat mudah dilakukan dan bagi beberapa orang hal ini menjadi suatu   dan parahnya lagi mengeluh menjadi suatu kebanggaan. Bila Anda memiliki dua orang teman, yang pertama selalu berpikiran positif dan yang kedua selalu mengeluh, akan lebih senang berhubungan dengan yang mana? Menjadi seorang yang pengeluh mungkin bisa mendapatkan simpati dari teman kita, tetapi tidak akan membuat kita memiliki lebih banyak teman dan tidak akan menyelesaikan masalah kita, bahkan bisa membuat kita  kehilangan teman-teman kita.

Yang menjadi pertanyaan adalah mengapa kita mengeluh? Kita mengeluh karena kita kecewa bahwa realitas yang terjadi tidak sesuai dengan harapan kita. Bagaimana kita mengatasi hal ini. Caranya sebenarnya gampang-gampang susah, kita hanya perlu bersyukur.

Saya percaya bahwa di balik semua hal yang kita keluhkan pasti ada hal yang dapat kita syukuri. Sebagai ilustrasi, Anda mengeluh dengan pekerjaan Anda. Tahukah Anda banyak jumlah pengangguran yang ada di negeri kita? Hampir 60% orang pada usia produktif tidak bekerja, so bersyukurlah Anda masih memiliki pekerjaan dan penghasilan. Atau Anda mengeluh karena disuruh lembur atau disuruh melakukan kerja ekstra. Tahukah Anda bahwa sebenarnya atasan Anda percaya kepada kemampuan Anda? Kalau Anda tidak mampu tidak mungkin atasan Anda menyuruh Anda lembur atau memberikan pekerjaan tambahan. Bersyukurlah karena Anda telah diberikan kepercayaan oleh atasan Anda, mungkin dengan Anda lebih rajin siapa tahu Anda bisa mendapatkan promosi lebih cepat dari yang Anda harapkan.
Bukankah Allah SWT sudah jelas-jelas menjanjikan kepada kita bahwa siapapun hambanya yang bersyukur pasti akan di tambahkan lagi nikmat kepadanya ( QS. Ibrahim : 7 ) 

Pengalaman ngobrol dengan rekan-rekan saya tukang cuci motor hari ini banyak memberi inspirasi bagi saya, bahwa tidak sepantasnya kita mengeluh. Karena sejatinya keluhan tidak akan pernah menyelesaikan masalah.  Saya jadi berfikir, ketika akhir-akhir ini para pejabat, bahkan pak Presiden terkadang sering mengeluh, kenapa beliau tidak belajar dari Tukang cuci motor langganan saya. 
Andai saja Pak presiden ketemu dengan rekan saya itu pastinya dinasehati seperti ini : 
“Jangan kebanyakan mengeluh Mas”

Related For “Jangan kebanyakan mengeluh Mas”