Menu

Tentang Mimpi

04/04/2014 | CORETAN

Ada istilah mimpi adalah bunga tidur. Kita tahu bunga bermacam-macam, ada yang wangi seperti mawar, ada yang bau bangkai seperti rafflesia, ada juga yang beracun seperti angel’s trumpet. Begitupun mimpi, ada yang menyenangkan, biasa-biasa saja langsung terlupakan, dan ada pula mimpi buruk, dengan derajat pengaruh yang berbeda-beda bagi yang mengalaminya.

Sejak jaman dahulu mimpi memang merupakan misteri kehidupan. Mimpi yang bukan biasa-biasa saja sering dianggap sebagai sarana mendapatkan penglihatan atau firasat akan masa depan, memberikan petunjuk tertentu dari harapan atau doa, dan bahkan penyampaian wahyu dari Tuhan seperti pada kisah Nabi Ibrahim AS.
Mimpi juga bisa menggambarkan keinginan yang tidak tercapai, seperti mimpi hidup ala milyuner seperti Bill Gates, mengendarai mobil Porsche Cayenne gress (yang harganya makin mahal gara-gara PPnBM naik), bersanding di pelaminan dengan pujaan hati (yang jelas-jelas sudah menolak di dunia nyata), atau menang pemilu 2014 terus dilantik menjadi anggota DPR, dll. Sah-sah saja, namanya juga obsesi yang dipendam sendiri, tidak kesampaian di dunia nyata, bolehlah dilampiaskan dalam mimpi.
Para ilmuwan jaman modern ini juga sudah lama meneliti misteri mimpi dengan berbagai macam metode, dari melakukan studi terhadap subyek yang bermimpi sampai melakukan pemindaian terhadap aktivitas otak saat tubuh tertidur.

Salah satu fase penting saat tidur yang berhasil diketahui melalui pengamatan dan penelitian adalah Rapid Eye Movement (REM), yang adalah suatu fase tidur yang ditandai dengan gerakan kelopak mata yang cepat dan acakREM diklasifikasikan ke dalam dua kategori yaitu tonik dan phasic. Hal ini diidentifikasi dan ditentukan olehNathaniel Kleitman dan muridnya Eugene Aserinsky pada tahun 1953Kriteria untukfase REM meliputi gerakan cepat mata yang tertutupmuscle tone yang rendah, dan sebuah tegangan-rendah Electroencephalography (EEG) yang cepat. Fitur-fitur fase REM ini dapat dengan mudah dilihat dalam sebuah polysomnogram, suatu studitentang tidur yang biasanya dilakukan untuk pasien yang didiagnosa mengalamigangguan tidur. Selama fase REM pada tidur ini, aktivitas neuron pada otak mirip dengan aktivitasnya sewaktu jam-jam terjaga.
Dan inilah beberapa fakta yang diperoleh dari beberapa riset-riset yang sudah dilakukan terhadap mimpi, yang disampaikan oleh Rubin Naiman, Ph.D , seorang psikolog klinis spesialis di bidang pengobatan integratif untuk tidur dan mimpi di Universitas Arizona, USA, kepada Huffington Post,.
Menurut Naiman, proses tidur telah lama dianggap sebagai cara untuk memproses,mengurutkan dan menyimpan kejadian hari bersangkutandan semakin banyakpenelitian yang hasilnya mendukung gagasan itu. Coba bayangkan saja otak sebagaisistem pencernaan kedua. Pada malam hari, otak secara metaforis menelan,mencerna dan menyaring semua informasi harian, dan kemudian melakukan pembuangan. Apa yang diingat oleh otak kemudian akan menjadi bagian dari siapa kita. Dan bermimpi, adalah seperti proses pencernaan pada otak.
Beberapa fakta tentang mimpi sejauh ini adalah sebagai berikut;
1).  Kita ternyata bermimpi sepanjang tidur
Mungkin kita pernah mendengar bahwa mimpi berlangsung pada fase Rapid Eye Movement (REM), tapi sebenarnya kita bermimpi sepanjang tidur. Hanya pada fase REM kita menjadi lebih peka terhadap mimpi dan lebih mudah mengingatnya, jadi jika kita tidak mengingat mimpi, bukan berarti mimpi tersebut tidak terjadi. Kala malam semakin larut, fase REM pun semakin memanjang, sehingga sebagian besar mimpi yang kita ingat terjadi pada sepertiga malam terakhir.
2). Tidak hanya manusia saja yang bermimpi
Walaupun tidak semua mimpi terjadi pada fase REM, namun mengamati fenomena REM pada hewan cara paling mungkin untuk mengetahui apakah hewan juga mengalami mimpi, berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh para ilmuwan dari Universitas California. Dan ternyata ditemukan asumsi kuat (karena hewan tak bisa bercerita) bahwa semua hewan mamalia, reptil, dan beberapa jenis burung juga mengalami mimpi menurut Popular Science. Alasannya adalah semua hewan tersebut mengalami fase REM, dan karenanya dianggap juga bermimpi. Sementara serangga dan ikan yang tidak mempunyai fase REM, diasumsikan tidak mempunyai mimpi.
3). Mimpi akan semakin sulit diingat jika kita terbangun dalam keadaan terkejut oleh dering alarm
Bangun terkejut karena dering alarm dapat menarik paksa kita yang sedang mengalami mimpi dan cenderung melupakan di mana kita berada dalam mimpi sesaat sebelumnya. Cara terbaik untuk mengingat mimpi adalah dengan bangun perlahan, lalu beberapa menit terdiam berusaha mengusir kepeningan karena bangun tidur. Berusaha keras mengingat mimpi yang baru dialami malah dapat membuatnya semakin kabur, jadi pelan-pelan saja dalam berusaha mendapatkan gambaran mimpi yang baru dialami.
4). Orang-orang yang mengingat mimpinya dengan baik, memiliki aktifitas otak yang berbeda
Sebuah penelitian yang baru-baru ini diadakan menemukan bahwa ada lebih banyak aktifitas spontan pada bagian otak yang disebut sebagai temporo-parietal junctionpada orang yang banyak mengingat-ingat mimpinya dibandingkan dengan yang jarang melakukannya. Dan perbedaan ini tidak hanya terjadi pada saat tidur saja, tapi juga pada saat terjaga. Penelitian sebelumnya juga menemukan bahwa orang yang banyak mengingat-ingat mimpinya lebih bereaksi terhadap suara, baik pada saat tidur maupun terjaga.
5). Tubuh kita bereaksi sama seperti dalam mimpi ketika kita baru bangun tidur
Sering pada saat bangun kita merasakan suatu perasaan marah, sedih, atau senang kepada seseorang (karena apa yang dilakukannya dalam mimpi), lalu menyadari bahwa hal tersebut terasa janggal dan tak bisa dijelaskan sebabnya. Secara biologis, sebenarnya masuk akal karena perasaan-perasaan tersebut masih terbawa saat bangun. Ternyata pengalaman pada saat tidur tercatat pada otak dan tubuh dengan cara yang hampir sama dengan saat sadar. Misalnya tekanan darah atau denyut jantung yang melonjak saat mendapati mimpi buruk, sama persis seperti ketika stres mendera di dunia nyata. Reaksi tubuh itu membantu melekatkan pengalaman-pengalaman emosional yang didapat dari mimpi.
6). Mimpi berlangsung secara “real-time”
Meskipun mitos menyatakan bahwa mimpi terjadi dalam sepersekian detik, namun  kenyataannya mimpi bisa berlangsung selama 20, 30, bahkan 60 menit. Pada tahap awal tidur, mimpi mungkin memiliki durasi yang tidak terlalu panjang. Namun kala malam semakin larut, fase REM pun semakin memanjang, dan demikian juga dengan durasi mimpi.
7). Mimpi buruk tidaklah selalu tentang perasaan ketakutan
Mimpi buruk atau menyeramkan tentu saja menakutkan, tapi perasaan takut bukanlahsatu-satunya jenis emosi yang bermain dalam mimpi buruk. Sebuah penelitian baru-baru ini terhadap 331 orang menemukan bahwa banyak mimpi buruk ternyata diakibatkan oleh rasa kegagalan, ketakutan, kebingungan, kesedihan, dan rasa bersalah. Para peneliti juga menemukan bahwa pria berkecenderungan memiliki mimpi buruk seputar kekerasan atau serangan fisik, sedangkan mimpi buruk perempuan biasanya seputar konflik dalam hubungan.
8).Mimpi kita tidaklah aneh, sampai kita menyebutnya “aneh”
Misalkan kita bermimpin bermain kartu dengan seekor tupai raksasa, ratu Inggris, dan Teddy Bear. Mimpi seperti ini tidaklah aneh. Mimpi tersebut mendapat predikat aneh hanya setelah orang terbangun dan mengatakan bahwa mimpi itu aneh. Sebenarnya tidaklah demikian, dan tidak bisa dibandingkan. Membandingkan keanehan dalam mimpi dengan keanehan dalam dunia nyata seperti membandingkan menu makan di dua negara dengan budaya berbeda, satu sama lain menggangapnya aneh. Nah, jika sudah muncul ketidakanehan yang kita anggap aneh dalam mimpi kita, mungkin itulah saatnya kita membuka-buka buku tentang tafsir mimpi.
9). Kita bisa mati dalam mimpi, dan akan tetap hidup kemudian di dunia nyata untuk menceritakan kisahnya
Banyak orang mengatakan sesuai mitos yang sangat dipercaya bahwa mengalami kematian dalam mimpi, berarti kita benar-benar mati. Nah, mitos itu tidak ada kebenarannya sama sekali. Jadi jika ada kesempatan untuk mati dalam mimpi, lanjutkan saja, akan menjadi suatu pengalaman yang menarik untuk diceritakan saat bangun nanti.
Mungkin fakta-fakta di atas kurang sejalan dengan pemahaman sebagian dari kita tentang arti mimpi, terutama bagi yang menganggap mimpi lebih dari sekedar bunga tidur saja. Tapi pengetahuan tidaklah merugikan, dan terungkapnya beberapa fakta tentang mimpi seperti dijabarkan di atas, yang didasarkan pada penelitian ilmiah modern, dapat membantu kita memahami arti mimpi kita yang sesungguhnya.
Tulisan : Irawan  #kompasiana.com

Related For Tentang Mimpi