Menu

Tahun Baru Islam, Muhasabah Yuk!

13/11/2012 | CORETAN, MOTIVASI, REMAJA ISLAM

Tahun baru Hijriyah, lebih sepi pastinya daripada perayaan tahun baru Masehi. Parahnya lagi, tahun baru Hijriyah ini biasanya bertepatan dengan tahun baru Jawa alias Suro. Parah kenapa? Perayaannya itu loh yang bikin nyesek dada karena seperti kebiasaan orang Jawa yang suka klenik dan khurafat, biasanya mereka melakukan ritual yang menjurus pada syirik.

Di beberapa daerah, tahun baru Hijriyah yang bertepatan dengan Suro-an ini diperingati dengan mendatangi pohon tertentu dan duduk di bawahnya sepanjang malam. Ada juga yang larung sesaji dengan menyembelih kerbau dan membuang kepalanya ke laut selatan. Bahkan di rumah-rumah, mereka pada mandi kembang tepat di pergantian tahun menuju 1 Muharram atau 1 Suro. Duh…ajaran siapa lagi nih?

Islam tak pernah mengajarkan semua amal di atas. Sebaliknya, semua perilaku itu malah menjurus pada kesyirikan yaitu menyekutukan Allah dengan yang lain. Seharusnya momen tahun baru Hijriyah digunakan sebagai sarana untuk introspeksi ke dalam diri. Sudah sejauh mana perjalanan dien mulia ini dengan tonggak Hijrah sebagai titik tolaknya. Ternyata, kondisi umat ini sungguh memprihatinkan.

….Seharusnya momen tahun baru Hijriyah digunakan sebagai sarana untuk introspeksi ke dalam diri. Sudah sejauh mana perjalanan dien mulia ini dengan tonggak Hijrah sebagai titik tolaknya….

Tak usah muluk-muluk berbicara yang lain. Kita fokuskan saja berbicara tentang remaja, dunia dan permasalahannya. Remaja muslim saat ini berada di persimpangan. Di satu pihak mereka mengaku beragama Islam, tapi di pihak lain kelakuan sama sekali tak mencerminkan sebagai seorang muslim. Laki-lakinya banyak yang menghabiskan waktu di diskotek daripada di masjid atau majelis ilmu. Muslimahnya apalagi, banyak yang umbar aurat demi gengsi dan sedikit harta dunia.

Padahal kalau kita mau bercermin terhadap kualitas remaja di masa kejayaan Islam sehingga akhirnya symbol Hijrah dipake, perbedaannya bagaikan langit dan bumi. Yang namanya Ali bin Abi Thalib, remaja bahkan bisa dibilang masih anak kecil sudah mempunyai kualitas diri oke untuk memilih Islam sebagai jalan hidup. Begitu juga dengan Aisyah yang sudah terlihat cerdas dan cemerlang sejak remajanya. Generasi selanjutnya tak kalah hebat.

Yang namanya Ibnu Sina, di usia 10 tahun sudah hafal Qur’an, menguasai ilmu sastra, tasawuf dan geometri. Belum genap 16 tahun usianya, ia sudah ahli di bidang kedokteran dan mengobati banyak pasien. Subhanallah. Bandingkan dengan kualitas remaja masa kini yang di usia segitu pastilah waktunya habis untuk hura-hura saja. Tapi itu tidak semua. Masih ada kok remaja yang salih dan rajin dalam menimba ilmu demi masa depan dunia dan akhiratnya.

….Remaja muslim yang berkualitas pastilah tak kan mudah terseret arus rusak bernama jahiliyah tapi dibungkus istilah modern. Remaja muslim oke pastilah menyandarkan semuanya menurut apa yang telah digariskan oleh Allah dan Rasul-Nya….

Remaja muslim yang berkualitas pastilah tak kan mudah terseret arus rusak bernama jahiliyah tapi dibungkus istilah modern. Remaja muslim oke pastilah menyandarkan semuanya menurut apa yang telah digariskan oleh Allah dan Rasul-Nya. Apalagi di tahun baru ini, seharusnya menjadi ajang untuk bermuhasabah/introspeksi tentang amal perbuatan diri sendiri, masyarakat dan negeri ini. Sejauh mana ketaatan pada Allah dan Rasul-Nya menjadi prioritas dalam hidup, dan bukan sekadar mengejar kesenangan duniawi semata.

Ingat, sudah puluhan tahun lamanya kita hidup dalam aturan jahiliyah. Saatnya kamu, kita semua sebagai pemuda menjadi pelopor dan penggerak kebangkitan menandai tahun baru Hijriyah agar tidak sia-sia. Semoga dalam waktu dekat kebangkitan Islam yang kita rindukan itu segera terwujud sehingga tahun baru Hijriyah berikutnya kita sudah bisa merasakan nikmatnya hidup dalam naungan Islam. Insya Allah ^_^

Related For Tahun Baru Islam, Muhasabah Yuk!