Menu

Yang Remaja, Waspadalah Virus Alay

08/09/2012 | REMAJA ISLAM

Adakah di antara sobat yang ketika membaca tulisan Lutchu bEut, r4ni ChayanK cMua, atauAhMad PerinDu SoorgA, sobat pun menjadi risih? Ya, mungkin jika sobat paham karena melihat Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) yang kacau balau semacam itu, sobat pasti akan mengangguk dan akan mengeluarkan satu kesan “Alay”.
Ya, alay atau anak layangan memang banyak ditujukan pada anak-anak muda yang bisa dibilang lebay atau hiperbolis dalam segala aspek. Jelasnya, alay adalah gejala-gejala yang terjadi di tengah remaja-remaji Tanah Air yang ingin diakui statusnya di tengah teman-temannya. eh, ini loh gue! Gejala semacam ini nih yang akan mengubah gaya tulisan dan gaya berpakaian, sekaligus meningkatkan kenarsisan tingkat tinggi yang cukup mengganggu masyarakat dunia maya.
Peranan yang berlebihan seperti ini didominasi oleh kaum remaja yang tergolong masih labil. Bermula dari sebuah lagu, kata Alay alias Anak Lebay jadi sering digunakan untuk orang-orang yang memiliki perilaku seperti diatas.


Sebagian ahli psikologi pun mengakui bahwa alay sebetulnya merupakan gejala alami yang kini sedang terjadi pada anak muda yang ingin diakui statusnya di antara teman-temannya. Yang membuat dia merasa lebih cantik, lebih keren, atau lebih hebat diantara lainnya. Faktor utama penyebab munculnya hal tersebut salah satunya adalah dari media televisi atau sosok yang mereka yang kagumi.
Berikut ini adalah ciri-ciri orang yang sudah terjangkit virus alay beserta ragam dunia alay yang mesti sobat ketahui betapa negatifnya hal tersebut;

Bahasa Alay
Pernahkah anda membaca status dalam facebook atau membaca sms yang gaya penulisanya sulit di baca? Seperti ‘tempat’ jadi ‘t4’, ‘mata-mata’ jadi ‘mata”’ , ‘you’ jadi ‘u’, ‘apa’ jadi ‘apP’ dan sebagainya. Perlu sobat cermati, kata-kata semacam itulah yang dapat mempengaruhi penggunaan bahasa sehari-hari sehingga mempengaruhi bahasa tulis anak-anak muda. Dan ketika harus menulis secara resmi, dikhawatirkan kebiasaan menulis dengan bahasa alay itu dapat muncul.
Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring punya pandangan sendiri terkait kekhawatirannya terhadap jejaring sosial Twitter yang dapat merusak tata bahasa, jika penggunaannya di kalangan muda tidak dikelola dengan baik.
Beliau mengungkapkan bahwa kapasitas karakter yang tersedia di Twitter tergolong sedikit, sehingga menjadi penyebab maraknya kata-kata yang dituangkan secara minimalis.
“Twitter hanya bisa menampung 140 karakter, sehingga muncullah bahasa-bahasa ‘alay’,” kata Tifatul kepada ANTARA.
Beliau juga berharap agar ada peran dan kontribusi suatu pihak yang bertugas untuk membimbing masyarakat dalam penggunaan media sosial agar tetap berada pada jalur yang positif, sehingga fenomena kacaunya bahasa yang tengah melanda kaum remaja Indonesia dapat teratasi.

Musik Alay
Musik alay sungguh disayangkan malah bisa diterima dan disukai masyarakat dari kalangan menengah kebawah, padahal musik yang diputar jelas-jelas kurang bernilai. Kehadiran musik alay sering diputar di mana-mana, seperti di pasar-pasar atau sekedar mengisi acara liburan seperti acara semarak tahun baru, bahkan hari raya lebaran.

Dandanan Alay
Coba sobat tengok dan sekaligus cermati acara TV pada pagi hari yang menyuguhkan tontonan hiburan musik yang dihidangkan. Di sana sobat akan menemui satu gerombolan jamaah alay. Di antara gerombolan alay itu, tidak sedikit yang mengenakan fashion secara berlebihan dan tidak jelas. Seperti;
· Model rambut ala polem alias poni lempar dan rambut disemirhighlightgold.
· Memakai kacamata minus. Lebih tepatnya minus-minusan atau mungkin hanya sekedar gaya saja.
· Baju t-shirt junkies
· Celana pensil yang bikin repot kalau buang air besar
· Dan lain-lain.

Makhluk yang seperti ini nih, yang selalu keliaran pada pagi dan sore hari mengotori layar kaca sobat, di acara musik sebangsa Inbox, Mantap, atau acara yang dibawakan si “Olga Syahputri”, Dahsyat.
Kalau sudah waktunya music show, anak alay yang posisinya mepet-mepet di panggung mempunyai gerakan andalan sebagai pengiring lagu yang dibawakan. Seperti orang yang nyuci baju. tangan keatas digoyang-goyang dan terus diulang-ulang, mereka nggak peduli seperti apa lagunya. Apapun lagunya, jogetnya gaya jemur baju. Selalu terlihat riang gembira, seakan hidup mereka tidak ada masalah. Mungkin karena mereka selalu bangga kali ya.. masuk TV dan bertemu artis idola.
Bagaimana? Sobat pun menjadi heran banget kan, melihat fenomena dunia remaja jaman ini? Heran karena memahami seperti apa kriteria alay dengan tingkah polah mereka yang cenderung buang-buang umur dan berlebihan.
Muslim meriwayatkan dari Ibnu Mas’ud bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Binasalah orang-orang yang berlebihan tindakannya.”
Di satu sisi, kebanyakan remaja sekarang sudah terjangkit virus alay. Namun, di sisi lain tidak sedikit pula sobat akan menemukan remaja yang sebel berat sama jamaah alay tersebut. Memang, dalam kacamata pemahaman mereka, jamaah alay secara total telah menyisihkan agama yang kaya nilai dalam menjaga estetika kehidupan mereka. Dan tidak kurang pula dengan kelakuan yang ditampilkan telah merusak citra anak muda Islam.
Terkait dengan masalah anak muda islam, memang sudah nggakjamannya lagi deh ikut-ikutan gaya hidupnya makhluk GeJe seperti kaum alay. Nggak ada landasan dan nggak ada pondasi. Coba bayangkan jika gedung yang menjulang ke langit tapi tak punya pondasi yang kokoh, apa yang terjadi?
Nah, sob. This is the time for you to get your real identity. Identitas sebagai remaja muslim yang berkepribadian keren, juga berkarakter integral. Caranya? Jangan terlalu intens berkawan dengan alay. Berkawanlah dengan orang-orang yang selalu ingatkan kita akan kerennya hidup setelah mati.
Gimana? Masih terobsesi menjadi bagian dari jamaah alay? Ih, jijay(baca: jijik).

dari berbagai sumber

Related For Yang Remaja, Waspadalah Virus Alay