Menu

Menjelang akhir Ramdhan : Masjid Mulai Sepi, Mall Tambah Ramai

Ramadhan sudah berjalan 2 minggu, seperti biasa masyarakat di Indonesia akan disibukan dengan beraneka aktivitas, salah satunya adalah mempersiapkan diri menyambut hari raya Idul Fitri. Ada yang aneh dan menjadi sebuah fenomena yang sejak dahulu hingga kini selalu terjadi di negeri kita.

Disaat mendekati akhir bulan Ramadhan kita sangat dianjurkan untuk semakin mendekatkan diri kepada ALlah, bahkan 10 hari terahir begitu banyak pahala yang bisa kita raih, namun yang terjadi mengapa masjid-masjid nampak semakin berkurang jumlah jamaahnya. Hal ini seperti terjadi di Masjid di lingkungan saya, sejak malam tadi sudah terlihat berkurang beberapa shof, padahal hari-hari pertamabulan ramadhan kemarin terjadi ledakan jumlah jamaah, bahkan pihak pengurus masjid harus menyediakan tikar tambahan untuk menampung para jamaah melaksanakan sholat Isya dan Tarawih berjamaah.

Namun hal itu nampak tidak lagi terlihat dalam beberapa malam ini, dan mungkin akan sama untuk malam-malam selajutnya. Kemana perginya mereka?

Sudah bisa ditebak, pastinya ada satu tempat lagi yang mulai mengalami ledakan pengunjung dihari-hari terahir bulan Ramadhan ini, tempat itu tak lain dan tak bukan adalah Mall atau pasar. Ya, disaat kita tau bahwa keutamaan 10 hari menjelang berahirnya ramadhan banyak mengandung pahala yang berlipat untuk berlomba menjalani ibadah malam mendekatkan diri pada ALlah

Mungkin hal ini tidak hanya terjadi diwilayah saya saja, di seluruh Indonesia selama awal ramadhan, hampir semua masjid menjadi lebih penuh oleh jamaah. Setiap waktu sholat, shaf-shaf jadi makin bertambah. Masjid yang tadinya hanya berisi sebaris shaf di waktu dhuhur, di bulan ramadhan bisa terisi shaf beberapa kali lipatnya. Selepas waktu maghrib tiba pemandangan akan terasa makin beda. Masjid-masjid hampir di seluruh penjuru Indonesia akan penuh sesak oleh para jamaah yang berkumpul untuk menunaikan sholat isya dan tarawih berjamaah. Saking antusiasnya para jamaah, pelataran parkir dan jalan rayapun kadang jadi pilihan untuk berbaris menunaikan kewajiban. Anak kecil akan berlarian ke sana ke mari membuat sibuk pengurus masjid untuk mengejar dan menenangkan mereka. Anak-anak yang sedang beranjak remaja berkumpul di berbagai sudut, bercanda tawa dan berbagi cerita.

Ramadhan kini telah mendekat ujung, 2 minggu lagi akan segera berahir. Masjid kembali sepi, satu persatu jamaah mulai terserang virus malas yang membuat kaki mereka semakin berat untuk melangkah ke masjid. Badan rasanya begitu susah untuk digerakkan menuju masjid hingga kemudian lebih memilih untuk mengistirahatkannya di rumah atau di bilik-bilik kantor berpendingin.

Menjelang akhir justru kaki dan badan kembali terasa segar untuk digerakkan. bukan untuk digerakkan ke masjid tapi ke sebuah bangunan megah, ramai dan juga berpendingin ruangan. Orang menyebutnya Mall. Masjid makin sepi sementara di ujung yang berbeda, mall semakin ramai. Para jamaah membuat barisan baru di gedung baru, tapi bukan barisan berbentuk shaf di belakang imam, namun barisan antrian di depan kasir-kasir yang wajahnya mulai kelelahan.

Lihatlah, anak-anak yang tadinya ramai berlarian di halaman masjid mulai pindahtempat, mereka berlarian di antara deretan lorong supermarket. Anak-anak muda yang tadinya berkumpul di depan masjid untuk bercengkerama mulai berpindah ke gedung mewah nan modern itu. Masjid kembali sepi, Mall tambah ramai,…


Related For Menjelang akhir Ramdhan : Masjid Mulai Sepi, Mall Tambah Ramai