Menu

Yuk, Bersihkan Hati

Sering banget kita,  berusaha membersihkan baju, celana, kendaraan supaya tidak kotor.  Kita juga menjaga ponsel, sandal,dan sepatu supaya tidak terkena kotoran. Tapi tanpa sadar kadang malahan kita lupa kalau kita juga perlu membersihkan hati dari kotoran. Padahal  orang-orang yang beruntung itu salah satunya adalah orang yang selalu menyujikan jiwanya, seperti Allah tegaskan dalam Quran, “Amat sangat beruntung (sukses, menang, bahagia) orang yang menyucikan jiwanya, dan sungguh rugilah orang yang mengotorinya.” (QS. asy-Syams [91]: 9-10).
Namun karena memang sifat manusia yang suka lalai, lupa atau malahan sengaja, sering kita tidak sadar bahwa kita membiarkan banyak hal yang tidak perlu.  Alih-alih bukan mendekatkan diri, justru kotornya hati bisa menjauhkan diri kita dari Allah. Padahal, kedekatan dengan Allah dengan kita sangat tergantung pada qalbun salim.  Bukan banyaknya ilmu dan amal, tapi bersihnya hati, ya.. bersihnya hati.

Yakinlah, bahwa hati yang bersih adalah hati yang akan membawa kebahagiaan, kesuksesan, kemenangan, kedamaian, dunia akhirat. Sungguh sukses beruntunglah hamba Allah yang suci hatinya. Hati yang suci akan mudah mengakses, menerima, hidayah – petunjuk Allah, rahmat – kasih sayang Allah, maghfirah – ampunan Allah, inayah – pertolongan Allah, dan berkah demi berkah.

Semakin bersih hati seseorang, semakin mudah baginya untuk yakin. Lalu, jika ada yang bertanya, “Kok  saya kurang yakin kepada Allah?”, maka yang begitu berarti hatinya masih kotor alias belum bersih.

Selain itu hati yang bersih, do’a pun menjadi mustijabah. Karena tidak ada hijab, tidak ada yang menghalangi dia dekat dengan Allah, karena bersih hatinya, bening

Seperti terhadap dunia. Kita sering menganggap kesuksesan berasal dari kekayaan, gelar, pangkat, kedudukan, popularitas, piala, medali, piagam, dan sebagainya. Kita juga suka terkagum-kagum pada semuanya itu. Padahal tidak ada di dalam al-Quran, alat ukur kesuksesankecuali cuma satu, yakni: “Inna akromakumindallahiatqokum.” (Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling takwa diantara kamu). (QS. al-Hujurat[49]: 13).

MasyaAllah, dari hati yang bersih tumbuh dan bersemainya sifat-sifat yang mulia. Ikhlash, sabar, syukur, qona’ah, tawadhu, tawakal, dan sebagainya, subur sekali sifat-sifat mulia tumbuh bersemai di hatinya. Kemudian hati yang bersih mudah meraih kekhusyu’an, mudah menerima ilham, intuisi-intuisi kebaikan dan perbaikan.

So, tidak usah ditawar lagi, hati yang bersih adalah cermin pribadi muslim yang menjadi dambaan dan kebanggaan. Mari kita bersihkan hati kita dari hal-hal yang mengotorinya. Kita mohon kepada Allah agar hati kita dibersihkan oleh Allah SWT, diampuni dosa-dosa yang mengotori hati kita, diperbaiki akhlaq buruk yang menjadi hijab di hati kita. Sehingga dengan hati yang bersih kita mendapatkan keberkahan demi keberkahan.

Related For Yuk, Bersihkan Hati