Menu

Kisah Pak Sholikin dan Puluhan Anak Yatimnya

13306258181189162068

Kisah Pak Sholikin ini saya copy langsung dari catatan rekan saya Ayfal Nisfa penulis aktif di www.kompasiana.com, Tujuannya semoga kita semua bisa berbagi dan terus bersyukur.

Pak Sholikin merupakan salah satu sosok yang mampu menyentuh kesadaranku bahwa aku masih belum mampu mensyukuri apa yang telah dikaruniakan Allah pada diri dan keluargaku.

Meskipun kondisi ekonomi beliau boleh dibilang masih belum berlebih, tapi kepedulian beliau pada anak-anak kurang beruntung menguatkan tekadnya untuk bisa mendirikan sebuah panti asuhan di rumahnya. Panti Asuhan sederhana itu dinamainya “Mamba’ul Hisan”. Terletak di Desa Rejosari, Kecamatan Wonodadi, Kabupaten Blitar, Jawa Timur.

Dengan segala keterbatasan yang dimiliki, Bpk Sholikin bersama keluarganya berusaha sekuat tenaga untuk tetap bisa berbagi kasih sayang dengan mengasuh anak-anak yatim dari keluarga yang kurang mampu dan anak-anak yang kurang mendapatkan perhatian dari para orang tuanya sebatas kemampuan yang dimilikinya.

Pada mulanya jumlah anak yatim yang diasuh Bpk Sholikin tidak terlalu banyak, namun dalam perkembangannya saat ini, anak-anak yang menghuni panti Mambaul Hisan jumlahnya sudah melebihi 50-an anak. Sebagian besar dari mereka masih duduk di bangku Sekolah Dasar, sebagian yang lain masih Taman Kanak-kanak, dan ada beberapa yang sudah cukup dewasa usia SMP/Tsanawiyah.

Pak Sholikin pernah juga menceritakan bagaimana usaha yang telah dilakukan dan harapan beliau untuk bisa mencukupi kebutuhan pokok minimal anak-anak asuhannya. Beliau menyadari, karena keterbatasannya, belum mampu memberikan yang lebih layak kepada anak-anak asuhnya, selain sebatas berbuat untuk bisa menyelamatkan anak-anak dari keterlantaran mereka karena kondisi ekonomi orang tuanya.

Harapan beliau sebenarnya tidak terlalu muluk, yang terpenting untuk kebutuhan makan dan biaya sekolah mereka bisa terpenuhi. Kebutuhan beras untuk menyediakan makan anak-anak selama sebulan sekitar 300 kg. Alhamdulillah, dari jumlah tersebut sebagian di antaranya sudah ada dermawan yang bersedia membantu secara rutin tiap bulan, diantaranya seorang pengusaha radio dan dokter yang ada di daerah tersebut.

Sedangkan untuk mencukupi kebutuhan yang lain, sayur dan lauk pauk Pak Sholikin mengusahakannya dari usaha sendiri walaupun masih dirasa cukup berat. Seperti dari hasil menyewakan kendaran, juga hasil ternak dan sawah yang dikelola oleh keluarga. Terkadang juga mendapatkan bantuan dari dermawan yang lain, termasuk para tetangga sekitar dan para pemerhati yang berempati dengan perjuangan Bpk Sholikin.

Sedangkan untuk biaya sekolah, Alhamdulillah, anak-anak mendapatkan keringanan biaya SPP dari pihak sekolah, hanya membayar separonya. Selebihnya ada bantuan dari para dermawan, meskipun belum sepenuhnya bisa tercukupi.

Isteri beliau juga punya peran yang cukup besar untuk kelangsungan panti. Beliau lah yang selama ini ditugasi menyediakan makanan untuk anak-anak, dengan dibantu anak asuhnya yang sudah menginjak dewasa. Setiap hari beliau harus memasak minimal dua kali, agar makanan yang disajikan untuk anak-anak masih terjaga kelayakannya.

Belum lama ini ada bantuan mesin cuci bekas dari salah seroang dermawan. Tugas bu Sholikin sedikit lebih ringan, karena anak-anak yang dewasa sudah bisa membantu mencucikan pakaian adik-adiknya yang belum bisa mencuci pakaiannya sendiri.

Kurang lebih 2-3 tahun yang lalu ada beberapa orang dermawan yang patungan membelikan sebuah bus ukuran tanggung bekas dan diperbaiki seperlunya. Mengingat seringkali anak-anak diundang untuk sebuah acara santunan anak-anak yatim. Minibus yang ada lebih dulu dirasa sudah tidak muat lagi untuk memobilisasi anak-anak yang jumlahnya lebih dari 50 orang.

Kini bus tersebut juga disewakan kepada pihak yang membutuhkan. Ada salah satu anak tertua beliau yang bisa mengemudikan. Hasil dari sewa bus dipergunakan untuk tambahan mencukupi kebutuhan bagi anak-anak panti.

Dari penuturan Bapak Sholikin, beliau menyadari apa yang dilakukan belum sepenuhnya mampu menjamin tercukupinya seluruh kebutuan dasar anak-anak panti secara layak. Sayur dan lauk-pauk kadang hanya bisa disediakan menu seadanya, asal ada yang bisa dimakan setiap hari. Krupuk, sayur lodeh, tahu, tempe, kecap menjadi menu utama mereka hampir setiap hari. Jika ada rezeki lebih, telur menjadi menu yang dinanti anak-anak, tapi belum tentu bisa seminggu sekali. Apapun keadaannya, beliau dan keluarga hanya ingin mengusahakan agar anak-anak tersebut mendapatkan perhatian yang lebih baik dari keadaan sebelumnya.

Tulisan ini hanya sekedar membatu mencarikan solusi apa yang sekiranya bisa sedikit meringankan beban Bpk Sholikin untuk memenuhi kebutuhan anak-anak asuhannya.

Sumber : www.kompasiana.com

Related For Kisah Pak Sholikin dan Puluhan Anak Yatimnya