Menu

Membangun Sistem di Pesantren

09/01/2016 | Edukasi, INSPIRATIF, RENUNGAN

Pesantren dikenal sebagai lembagapendidikan tertua di Indonesia, sebagai dasar pembentukan karakter bagi para santrinya pesantren menjadi salah satu harapan bagi banyak pihak.

Pendidikan di pesantren telah dikenal sejak dahulu, sempat menjadi kebanggan,sebagai tempat lahirnya para tokoh-tokoh penting bagi kemerdekaan bangsa ini. Telah banyak lembaga pendidikan berbasis pesantren ini, melahirkan cendekiawan-cendekiawan intelektual, agamawan-agamawan yang nasionalis, guru-guru bangsa yang mengabdikan tanpa pamrih dan bahkan pahlawan-pahlawan bangsa yang sangat gigih berjuang mengorbankan segalanya demi kemerdekaan bangsa dari penjajah bangsa.

Beragam karakteristik dan model pesantren yang tersebar, mulai dari tradisional hingga modern. Beagam pula system pembinaan dan pengelolaan yang ada, namun dengan perkembangan jaman yang semakin maju sudah saatnya pesantren menjadi yang unggul, berlari terdepan dengan tidak meninggalkan cirri khas sebagai lembaga pengkaderan ulama intelektual yang mengedepankan nilai-nilai keikhlasan dan kesederhanaan.

Sama seperti lembaga pendidikan lain, pesantren membutuhkan pengelolaan yang tidak gampang. Dengan beban sebagai lembaga yang diharapkan mampu menjadi benteng tegaknya iman dan kokohnya akhlak bagi santrinya, pesantren ditutuntut memiliki sistem pengelolaan yang tidak kalah dengan sekolah-sekolah modern lain.

Kita ingat pesantren dengan reputasi dan prestasi besar bagi bangsa Indonesia melalui para lulusannya, rasanya patut untuk ditiru dalam penerapan pendidikan dan pengajarannya. Pesantren telah terbukti berhasil dalam menanmkan dan menumbukan rasa nasionalisme kebangsaan, pesantren juga telah berhasil juga dalam menanamkan akhlak dan moral yang berkarakter bagi peserta didiknya. Disisi lain perlu diingat bahwa, pesantren juga menanamkan ilmu pengetahuan umum bagi peserta didiknya. Jadi tidak sepantasnya pesantren hanya dipandang sebelah mata saja.

Bagi saya, dan juga kita yang kebetulan mengabdi di dunia pesantren, amanah berat yang percayakan kepada kita sebagai para pengelola pesantren tetap dijalani dengan semangat dan keikhlasan yang tinggi. Pengelolaan yang tepat, koordinasi antar bagian, komunikasi yang efektif menjadi hal yang sangat penting dilakukan. Tentu tidak jauh berbeda mengelola sebuah organisasi modern dibutuhkan sebuah system manajemen yang rapi, professional. Contoh pengelolaan manajemen yang bisa kita contoh adalah bagaimana menjadi pendidik ustadz ustadzah yang bukan hanya mengajar, tapi mendidik, bukan hanya menyuruh, tetapi member contoh, bahkan terlibat langsung sebagai qudwah ditengah para santrinya.

Dengan perkembangan yang cukup pesat, pesantren bisa berperan sebagai social agent, menanamkan pemahaman kepada masyarakat tentang sebuah alternatif pendidikan yang menjadi pilihan saat ini, setidaknya pesantren telah menjadi bukti dengan konsistensi para santrinya tidak terpengaruh dengan budaya negatif.

Pengelolaan manajemen dari segala aspek harus terus dikembangkan, dari sisi finalsial dan bisnis pondok pesantren juga harus bisa menata manajemen aset, keuangan, sumberdaya manusia hingga pranata organisasi untuk tetap bertahan dalam iklim perubahan global, misalnya pondok pesantren harus memiliki sumber pemasukan finansial sendiri dan dapat berdiri mandiri walau tanpa bantuan pemerintah maupun wali santri. Hal ini menjadi sangat penting untuk menunjang kemandirian pesantren dan juga sebagai upaya untuk mengembangkan jiwa kewirausahaan dilingkungan pesantren, contoh kecil adalah pengelolaan koperasi pondok, semuanya didasari atas usaha bersama dari pesantren, untuk pesantren.

Penataan sumber daya manusia tidak kalah penting, bagaimana peran para assatidz, karyawan, petugas jaga, cleaning service, hingga juru masak didapur hendaknya tetap dalam satu lingkaran sistem yang tertata rapi. Ini tidak mudah, dibutuhkan suatu system layanan terpadu agar pesantren dapat memberikan kesan yang lebih professional. Komunikasi antar bagian, dari pimpinan dan masing-masing pihak tetap menjadi salah satu pemicu utama agar roda gerigi system bisa berputar. Jika diibaratkan perputaran roda gerigi utama berjalan dengan baik, dipastikan akan memutar gerigi satu sama lain yang saling berhubungan. Semoga kita semua, khususnya yang mejadi bagian dari sistem pengelolaan di pesantren terus istiqomah berada dalam lingkaran keikhlasan bersama para santri mencetak generasi ulama intelektual calon-calon pemimpin bangsa.

Related For Membangun Sistem di Pesantren