Menu

Lebay… UN Mirip Suasana Perang

Hari ini adalah hari kedua pelaksanaan Ujian Nasional (UN) untuk siswa kelas XII tingkat SMA/SMK/MA di Indonesia. Sedangkan untuk tingkat SMP/Mts Ujian baru akan dilaksanakan Senin depan, sementara minggu berikutnya giliran tingkat SD/MI. Ada beberapa hal yang menarik perhatian saya mencermati beberapa berita terkait pelaksanaan UN yang berlangsung kemarin. Dari permasalahan paket soal yang sempat membuat bingung para pengawas, insiden kecurangan yang terjadi, hingga ulah seorang pengawas yang tertangkap kamera tertidur dimeja pengawas, dan yang tidak kalah seru bagaimana para aparat keamanan ikut berjaga-jaga disekolah tempat penyelenggaraan Ujian.

Dari begitu banyak yang terjadi mengiringi proses UN yang masih akan berlangsung hingga beberapa hari mendatang. Ada satu hal yang menggelitik hati saya. Beberapa pihak menilai UN dibuat menjadi sesuatu yang begitu menegangkan. Terlihat dari proses penjagaan soal hingga distribusi soal yang selalu dalam pengawalan aparat kemanan. Salah satu berita yang menarik dibaca di Merauke UN Diawasi Ketat atau Aparat menjaga UN seperti ada perang. Saya sempat terenyum membaca sebuah judul berita hari ini terkait UN di situs favorite saya Voice for al Islam ” Lebay, Ujian Nasional Sampai Harus Dijaga Aparat TNI-Polri” Waduhh, emangnya ini sesuatu yang demikian daruratnya, mirip sebuah persiapan perang. Bagi saya keputusan pemerintah yang menerjunkan Aparat Kepolisian yang meninjau langsung dalam rangka memberi kemananan pelaksanaan UN masih menjadi sesuatu yang aneh. Tidak seharusnya hal itu dilakukan, karena terlalu berlebihan.


Kehadiran aparat kepolisian dilokasi penyelenggaraan UN, secara psokologis memiliki pengaruh terhadap para peserta UN, pastinya ada sesuatu yang menjadikan mereka terkesan begitu berbahaya dan harus diawasi. Hal ini tentu saja bisa menggangu konsentrasi para peserta Ujian. Sebenarnya kehadiran mereka menjadi bukti bahwa pemerintah tidak memiliki kepercayaan kepada pihak sekolah untuk menjadi penyelenggara UN. Kekhawatiran pemerintah jika terjadi kecurangan dianggap sesuatu yang wajar, sebenarnya bisa keterlibatan pihak Dinas Pendidikan bisa lebih dimaksimalkan lagi.

Bagi saya, kehadiran aparat Kepolisian di sekolah tidak perlu, mendingan pak Polisi fokus memberantas adanya Geng Motor di beberapa kota yang sudah marak belakangan ini. Biarkanlah anak-anak tenang menghadapi UN dan berikanlah kepada pihak sekolah untuk menyelenggarkan UN dengan jujur tanpa ada hal yang perlu dikhawatirkan.

Diakhir tulisan ini, saya ucapkan selamat kepada para peserta UN, selamat juga kepada para pendidik yang bertugas menjadi penyelenggara maupun sebagai pengawas. Semoga Sukses, Prestasi Tinggi, Jujur Pasti….


Related For Lebay… UN Mirip Suasana Perang