Menu

Tegang Menjelang Pesta ( UN 2011)

18/04/2011 | CORETAN, INSPIRATIF, RENUNGAN
Beberapa hari ini mungkin akan menjadi hari-hari yang penuh dengan suasana tegang bagi beberapa orang, khususnya yang terkait dengan pelaksanaan Ujian Akhir. Sebuah pesta tahunan diseluruh sekolah di Indonesia. Ketegangan pertama terasa dilingkungan sekolah, kepala sekolah, dan guru-guru merasa tegang menjelang pelaksanaan UN, mereka harus mempersiapkan siswa-siswinya agar bisa lulus dengan hasil maksimal. Secara tidak langsung, hasil perolehan nilai bagi sekolah merupakan pertaruhan gengsi tersendiri di daerah. Setidaknya hal ini yang selama ini terasa dibeberapa sekolah yang ada. Sehingga tidak heran bagi bebrapa guru di sebagian sekolah ada harus bekerja ekstra keras untuk memberi latian soal (tryout) menjelang pelaksanaan UN. Terkadang tanpa memperhatikan bahwa para siswa sebenarnya juga butuh masa tenang.
Berikutnya yang tidak kalah tegang adalah para orang tua/wali siswa, mereka justru terkadang lebih bingung dibanding anak-anak mereka. Beberapa waktu lalu ketika saya bertemu dengan Orang tua/wali siswa banyak diantara mereka yang “curhat” terkait dengan para putra-putri mereka yang saat ini sudah duduk di bangku kelas 3. Ada yang sampai gak bisa tidur lantaran selalu membayangkan kalau sampai anak mereka tidak lulus, ada pula yang mengatakan bahwa mereka terus-terusan berdoa melalui sholat tahajud agar anaknya bisa lulus UAN. Secara sengaja saya memantau kondisi anak-anak mereka karena sehari-hari bertemu dengan saya, nampaknya mereka sudah siap 1000% untuk bertempur menghadpi Ujian Akhir.
Ketegangan yang paling terasa tentu saja pada anak-anak peserta UN sendiri. Banyak diantara mereka yang justru merasa khawatir dan takut kalau nilai mereka tidak memenuhi standar kelulusan yang sudah ditentukan pemerintah. Tidak heran dibeberapa sekolah, termasuk di sekolah saya, beberapa hari lalu diadakan pelatihan, motivasi dan penyegaran bagi para siswa agar mereka lebih siap menghadapi Ujian Akhir nanti. Tidak jarang kadang-kadang para anak-anak menangis pada saat berdo’a, entah karena terlalu khusyu atau terlalu takut dan kwatir. Tapi yang jelas hal semacam ini justru malah membuat mereka lebih tegang. Untung saja disekolah saya tidak ada acara khusus untuk berdo’a, istighosah atau apapun namanya. Para siswa memang sudah dibiasakan untuk menunaikan sholat malam sejak dari kelas 1, sehingga kami memang tidak mengadakan seremonial khusus untuk menyambut UN.
Dalam beberapa kesempatan ketika bersama siswa kelas 3 saya selalu meyakinkan kepada mereka bahwa Ujian Nasional bukan hantu yang menyeramkan yang layak ditakuti. Saya menyarankan kepada mereka untuk tetap tenang, enjoy dan percaya diri dengan kemampuan masing-masing. So tidak ada alasan buat kita untuk ikut-ikutan tegang.  Ujian Nasional itu seperti pesta besar yang sudah 3 tahun kalian tunggu-tunggu, jadi hadapi dengan perasaan senang dan tenang begitu yang saya sampaikan kepada mereka. Alhamdulillah, sampai dengan tulisan ini diposting, anak didik saya masih semangat dan insyaAllah jauh dari ketegangan.
Bagi sebagian rekan-rekan selaku pendidik pastinya sudah punya trik khusus untuk menumbuhkan kepercayaan diri para siswa, banyak cara yang bisa kita lakukan. Yang paling utama perlu diingat bahwa Ujian Nasional kali ini harusnya dijadikan momentum bagi kita untuk membuktikan prilaku jujur. Para siswa hendaknya diberikan pemahaman untuk lebih percaya dengan kemampuan sendiri. Banyak kasus yang sering kita dengar, ketika usai pengumuman kelulusan tidak sedikit yang pingsan, menangis karena tidak lulus, setelah di telusuri mereka menjawab melalui kunci jawaban palsu yang diperoleh melalui sms.  Hal-hal semacam ini semoga tidak pernah terjadi lagi di negeri kita, mari kita berikan keteladanan untuk berlaku jujur, dan percaya dengan kemampuan sendiri.  Selamat menempuh Ujian Akhir, Selamat Berpesta !

Related For Tegang Menjelang Pesta ( UN 2011)