Menu

Menunggu Ramadhan

17/05/2017 | CORETAN, INSPIRATIF, RENUNGAN

bulan-ramadhan“Jika Ramadhan datang, pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, setan-setan dibelenggu, kemudian datang seorang penyeru dari sisi Allah Maha Besar Subhanallahu wa Ta’ala, Wahai pencari kejahatan, berhentilah ! wahai pencari kebaikan, kemarilah”

Ramadhan dantag lagi, tinggal menunggu hitungan hari sejak hari ini, kita akan masuk pada bulan yang sudah kita tunggu-tunggu kehdiranya.

“Untuk kembali tak harus menunggu Ramadhan, namun selagi Ramadhan akan bertamu, mengapa tidak bertaubat?”  Ramadhan akan datang bertamu  menyapa hati yang sedang rindu, benarkah rindu ada di kalbu?  setiap diri pastilah tahu Jika memang rindu  bekal apa yang sudah di ramu? Jika betul ingin bertemu  mengapa amal belum terpacu?

الهم بلغنا رمضان.. بلغنا رمضان..  بلغنا رمضان

Ramadhan kini sedang di nanti  menyemai  rindu pada setiap hati. Yakinkah hati benar-benar menanti?  setiap orang haruslah tahu diri. Jika memang hati menanti  apa usaha yang telah diberi? Jika betul dia dinanti  ah, kapan diri terakhir mengaji?

الهم بلغنا رمضان.. بلغنا رمضان..  بلغنا رمضان

Bagi kebanyakan pendatang  Ramadhan adalah ajang pulang kampung  mengobati rindu yang kian menggunung  Bertemu teman dan keluarga tersayang  bahagianya sungguh tak terbayang  Saat itu hati seakan terbang  tinggi kelangit ia melayang

الهم بلغنا رمضان.. بلغنا رمضان..  بلغنا رمضان

Ramadhan di kampung selalu istimewa  penuh cerita dan canda tawa Terlebih jika berjumpa dengan yang dicinta  lama tak bersua, oh bahagianya.

الهم بلغنا رمضان.. بلغنا رمضان..  بلغنا رمضان

***

Ramadhan adalah momen pulang kampung, dari kampung dunia ke kampung akhirat. Sebelas bulan cukuplah sudah untuk mengejar dunia, sebulan di hadapan haruslah untuk akhirat. Mungkin saja ini Ramadhan terakhir, sungguh menyesal jika terabaikan.

Pulang kampung haruslah banyak bekal, untuk cindramata dan juga hadiah. Sungguh malu jika pulang tak membawa apa-apa. Hanya umur yang bertambah dan kualitas sama saja.

Kita semua adalah perantau. Merantau di dunia mencari bekal pulang. Akhirat adalah kampung kembali. Sungguh nestapa jika pulang tangan masih hampa.

Ramadhan adalah bulan mencari bekal. Banyak promo dan juga gratisan. Untung berlipat ganda, pahala tinggal dipanen. Anehnya banyak manusia lebih tertarik dengan dunia.

“Sungguh celaka, sungguh celaka, sunggguh celaka, mereka yang berjumpa dengan Ramadhan namun tak mendapat ampunan”

Ah Kawan, untuk bertaubat tak harus menunggu Ramadhan, namun selagi Ramadhan akan bertamu, mengapa tidak kembali?

***

Manusia tempatnya salah dan dosa selalu alpa dan juga lupa, Namun itu bukanlah apa-apa, asalkan diri tak berlama-lama Segera pulang dan kembali padaNya, railah ampunan dan juga RahmatNya

Kadang diri merasa kotor dan bejat, tak layak ampun dan juga rahmat. Tahukah diri akan pembunuh seratus jiwa nan berbakat?  Allah ampunkan karena ia bertaubat,  Atau tentang seorang pelacur yang  masuk syurga karena memberi minum seekor binatang?

Jadi,  ini bukan tentang banyaknya salah,  namun bagaimana diri ingin berubah

Tak ada dosa yang “besar”,  jika diringi dengan sesal dan istigfar. Tak ada dosa yang “kecil”, jika selalu ulang tanpa sesal

 

Related For Menunggu Ramadhan