Menu

Bangsa serba Palsu

04/04/2011 | CORETAN, INSPIRATIF, RENUNGAN

Bicara soal yang palsu-palsu, negeri kita patut berbangga, karena bukan hal yang aneh dan asing lagi kalau masalah yang satu ini. Beberapa diantaranya bahkan sudah menjadi hal yang biasa atau bahkan sebuah keharusan.
Identitas Palsu :
Minggu negeri kita sedang heboh dengan berita yang menjadi topik hangat disetiap media, lihatlah tentang seorang “umar” yang melaporkan “istrinya” karena ternyata memiliki identitas palsu. Lha kok bisa, punya istri seorang laki-laki, ternyata semua berkas dokumen untuk pernikahan juga palsu. Teman kantor saya sampai gregetan  kalau diajak cerita tentang kasus ini. “Kok bisa baru ketauan setelah 6 bulan, lha apa selama ini nggak di cek dulu, lha terus kalau tidur satu kamar gimana….” heheheh
Bicara kepalsuan identias tentu masih ingat kisah mas Gayus Tambunan, yang bisa kemana-mana dengan nama palsu, bahkan sempat membuat paspor palsu hingga bisa jalan-jalan ke negeri seberang.
Barang Palsu ( Bajakan )
Untuk yang satu ini, sepertinya sudah tidak usah diragukan lagi, lihatlah disekitar kita, atau bahkan mungkin dirumah kita, Merk barang palsu bertebaran dimana-mana, mulai barang elektronik, makanan, pakaian, kosmetik semua ada. Contoh yang sempat terjadi ketika para ibu-ibu dihebohkan dengan adanya kosmetik palsu yang ternyata mengandung zat berbahaya bagi kulit. Beberapa hari lalu saya menonton tayangan televisi, proses pembuatan minuman palsu, seorang pedagang di jakarta membuat minuman palsu dengan memanfaatkan kemasan bekas. Belum lagi keresahan para artis di negeri ini, ketika penjualan CD Orisinil mereka tidak laku, tetapi CD Bajakan tersebar kemana-mana.
Ijazah Palsu 
Tentang hal ini sebenarnya bukan cerita baru lagi, sudah sejak dahulu saya mendengar banyak sekolah dan perguruan tinggi yang berani mengeluarkan ijazah palsu, bahkan bisa jadi kemudahan mendapatkan ijazah palsu ini dimanfaatkan oleh saudara-saudara kita yang ingin maju menjadi calon pejabat. Sudah bukan berita palsu lagi ketika ada beberapa pejabat tinggi yang di guncang dengan isu pemalsuan ijazah.  Boleh di coba di cari, karena ternyata layanan Ijazah palsu juga dijajakan melalui media online. Haduuuhh
Uang Palsu 

Kasus yang satu ini sering terjadi, penjaga konter pulsa di sebelah kantor sering mengeluh kalau pas menemukan uang palsu, karena ternyata ada saja orang-orang iseng yang membeli pulsa dengan menggunakan uang palsu. Beberpa waktu lalu berita beredarnya uang palsu di masyarakat dalam jumlah ratusan juta sempat meresahkan masyarakat. Tentu saja hal ini sangat merugikan kita semua.  
Teror Bom Palsu 
Ini juga tidak kalah hebohnya akhir-akhir ini, ketika beberapa waktu lalu negeri kita heboh dengan datangnya paket Bom dalam kiriman sebuah buku, mendadak beberapa pihak mendapatkan paket yang diduga bom, namun ketika di teliti oleh tim gegana paket tersebut bukan bom, hanya sebuah teror belaka. Bahkan dulu teman saya juga pernah bercerita ketika kantornya sebuah Bank swasta menerima informasi adanya sebuah bom, ternyata ini hanya isapan jempol belaka, alias teror palsu. Halah, lha emang siapa yang mau diteror asli, tapi setidaknya teror palsu ini juga sempat membuat panik dong.
Janji Palsu
Hampir semua orang mungkin penah merasa kecewa dengan sebuah janji dari rekan bisnis, sahabat, teman kerja, atau keluarga kita. Kadang-kadang mereka harus berjanji dan tidak ditepati alias janji palsu. Saya sendiri sampai sekarang masih kecewa dengan para pejabat di daerah saya, ketika masih kampanye dulu mereka mengobral janji-janji, tapi sudah beberapa tahun berhasil duduk menjadi pejabat tapi masih banyak janji-janji yang tidak terpenuhi.
Waduh, kalau bicara tentang yang palsu-palsu lain, masih banyak. Mungkin teman-teman bisa menambahkan lagi. Tapi dari semua itu tentu tidak semua hal yang palsu-palsu menjadi hal negatif.  Rekan saya yang sudah 7 tahun ini sangat terbantu dengan “kaki palsu” karena harus menerima kenyataan di amputasi kakinya setelah kecelakaan parah.
Terkait hal-hal palsu yang membuat orang lain merugi, saya rasa sudah saatnya kita kita mencoba untuk mencari yang asli-asli aja.
Mari kita belajar dari seorang korban Pemalsuan di negeri ini. Kasus yang hari ini masih heboh tentang pernikahan seorang Umar dengan istrinya yang ternyata laki-laki. Malam tadi ketika saya menonton berita tentang kisah Identitas Pengantin palsu, si Umar dengan wajah lugu mengatakan “semoga ini semua ada hikmahnya bagi saya, dan bagi masyarakat lain”.  Sungguh betapa keikhlasan seorang umar, disaat harusnya dia merasa sakit hati, remuk redam karena menjadi korban pemalsuan dia tetap melihat sisi positif, dan berharap mendapatkan hikmah.
Smoga negeri kita selamanya tidak menjadi negeri yang penuh dengan kepalsuan…

Related For Bangsa serba Palsu