Menu

Guru itu “Provokator”

29/03/2011 | CORETAN, MOTIVASI, RENUNGAN

Mas Guru itu Provokator lho, ini bunyi sms yang saya terima dari rekan saya sesama pendidik beberapa saat lalu usai saya mengisi pelatihan dan motivasi disebuah sekolah untuk para siswa-siswanya dalam mempersiapkan diri menghadapi Ujian Nasional bulan April mendatang.
Sepintas saya agak risih dengan sms dari teman tersebut, kata “Provokator” menjadi aneh buat saya, apalagi ketika dikatakan bahwa provesi Guru disebut sebagai seorang provokator, maklum saja, bagi sebagian orang kata “provokator” mengandung arti sebagai orang yang dianggap dalang bagi sebuah kerusuhan. Namun ketika kita melihat dari sudut pandang yang lain terkait makna kata tersebut ada benarnya juga.
Dalam setiap komunikasi yang saya lakukan dengan siswa-siswa saya didalam maupun diluar kelas, selalu saja saya sampaikan kata-kata bernada provokasi dan semangat untuk memberi motivasi mereka. Terkadang saya harus bersikap seolah-olah menjadi provokator bagi mereka untuk saling mengalahkan satu sama lain. Hasilnya sebagian dari para siswa memang menjadi lebih termotivasi untuk mencapai nilai yang lebih baik.  Bahkan kata-kata untuk memotivasi diri pernah saya temukan secara tidak sengaja di sebuah coretan buku salah satu siswa saya. Bunyinya begini : 
Saya terenyum ketika menemukan secari kertas yang terselip dibuku pelajaran dan isinya penuh dengan nada motivasi yang tinggi. Yach, dialah salah satu anak akhirnya memiliki motiviasi tinggi untuk bisa menjadi yang terbaik dan tidak mau kalah dengan teman-teman yang lain.  Hasilnya beberapa hari terahir saya sempat melihat kesibukan dirinya untuk benar-benar serius mempersiapkan Ujian Nasional mendatang.
Memang dalam metode pembelajaran di beberapa sekolah saat ini banyak sistem yang diterapkan para pendidik dalam upaya meyampaikan ilmu kepada para siswanya.
Saya lebih cenderung menjadi seorang provokator, bukan hanya pada saat memberikan motivasi bagi mereka, tetapi berupaya agar setiap pembelajaran yang mereka terima merasa penasaran dan akhirnya mereka terprovokasi untuk mencari tau lebih jauh. Disinilah saatnya, ketika mereka berada dalam kepenasaran itu, kita tidak boleh meninggalkan mereka, yang saya lakukan biasanya memberikan tugas-tugas kepada mereka untuk mengobati rasa kepenasaran terkait ilmu yang saya berikan.
Terlepas dari makna yang bisa terkandung dalam ungkapan itu, saya tetap yakin bahwa setiap pendidik di negeri ini bisa menjadi seorang “Provokator”, dalam arti yang positif tentunya. Mengahiri tulisan sederhana ini, saya jadi ingat saat-saat masih jadi mahasiswa dulu, saya sering jadi Provokator buat teman-teman untuk menggalang aksi di jalanan… heheheh itu kenangan masa lalu…

Related For Guru itu “Provokator”