Menu

Belajar Filosofi Semut

01/03/2018 | CORETAN

semut

“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan Kami, Tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha suci Engkau, Maka peliharalah Kami dari siksa neraka”.(QS. Ali-Imran ; 190-191)

            Sungguh MahaAdil Allah I di tiap penciptaan-Nya. Semut hasil kreasi Allah ﷻ -yang telah di abadikan dalam Al-Qur’an-, mungkin terkesan sebagai serangga kecil dan lemah di mata manusia. Namun uniknya, jika kita melihat kenyataan yang ada, semut termasuk hewan yang dapat survive di tengah seleksi alam yang terus terjadi. Ukuran mungkin bukanlah segalanya, ukuran tubuh yang relatif kecil bukan menjadi kendala, bahkan semut tergolong hewan terkuat di dunia. Semut jantan mampu menopang beban beban 50 kali dari bobot tubuh mereka sedangkangajah yang hanya mampu menopang beban dengan berat dua kali dari berat badannya sendiri. Satu hal yang menarik dari semut adalah realita alamiah sebagai hewan dengan proporsi otak terbesar jika dibandingkan dengan tubuhnya. Hal itu dikarenakan, di dalam kepala mereka tersimpan 250.000 sel otak. Subhanallah.

Belajar adalah proses terus menerus, yang selayaknya dilakukan dimanapun, kapanpun dan dari siapapun. Dari siapapun dan apapun, meskipun yang tampak remeh sekalipun, sesungguhnya kita dapat mengambil sebuah pelajaran. Persoalan selanjutnya adalah mau atau tidak manusia mengambil pelajaran dari suatu hal.

Pelajaran pertama  :  ANTS NEVER OUT:

Jika mereka sedang menuju ke suatu tempat dan kamu mencoba menghentikannya, mereka akan mencari jalan lain. Mereka akan memanjat keatas, mencari celah lewat bawah atau memutar mengitarinya. Mereka akan selalu mencari jalan yang lain.

PELAJARAN : Jangan pernah menyerah mencari jalan untuk mencapai tujuanmu

Pelajaran kedua  : ANTS THINK WINTER ALL SUMMER:

Kamu tidak akan sebegitu lugu-nya menganggap musim panas akan terjadi selamanya, Begitu juga semut yang selalu mengumpulkan makanannya selama musim panas untuk persediaan di musim dingin. Kamu harus memikirkan kerasnya batu karang saat kamu menikmati cerahnya matahari dan indahnya pasir dipantai.

PELAJARAN : Sangat penting untuk menjadi realistic dan selalu berpikir kedepan.

Pelajaran ketiga  :  ANTS THINK SUMMER ALL WINTER :

Selama musim dingin, Semut selalu memikirkan hangatnya musim panas, Selama musim dingin, semut selalu mengingatkan dirinya sendiri : “Musim dingin ini tidak akan lama, segera pasti akan berakhir“  Hari pertama cuaca terasa hangat, semut keluar sarangnya

Jika kemudian mereka merasa masih dingin, mereka akan balik ke sarangnya lagi. Tetapi mereka akan terus keluar pada setiap hari pertama cuaca terasa hangat

PELAJARAN : Senantiasa bersikap positif setiap saat

Pelajaran keempat  :  ALL THAT YOU POSSIBLY CAN :

Kerahkan semua kemampuanmu Berapa banyak seekor semut selama musim panas dapat mengumpulkan persediaan untuk keperluan musim dingin ? Sebanyak yang mereka mampu

PELAJARAN : Lakukan semua yang kamu bisa……………… dan terus tingkatkan !

Kesimpulan yang bisa dipetik adalah 4 buah pelajaran dari seekor semut..

  • Jangan menyerah
  • Berpikirlah kedepan
  • Bersikap positif
  • Kerjakan semua yang kamu bisa
  • Memang luar biasa mahkluk bernama semut.

Jadi,masih meremehkan mahkluk kecil tersebut?

Jauh sebelum manusia mengetahui sistem komunikasi semut, Allah I telah mengabadikan “kisah semut dan Nabi Sulaiman u” dalam Q.S An-Naml ayat 18 dan 19 yang berbunyi:

se

                “Hingga apabila mereka sampai di lembah semut berkatalah seekor semut: Hai semut-semut, masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari”. Maka Dia tersenyum dengan tertawa karena (mendengar) Perkataan semut itu. Dan dia berdoa: “Wahai Tuhanku berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh”.

Semoga kita senantiasa menjadi hamba yang mampu berfikir dan merenungi tiap penciptaan-Nya. Tak lain dari alasan tersebut akan bermuara dalam satu kesimpulan besar bahwa semakin keras kita berfikir semakin semakin kita kagum dan bersyukur atas apa yang telah Allah  berikan.

 

Share to Media

Related For Belajar Filosofi Semut