Menu

Berdamai Dengan Perubahan

14/02/2018 | CORETAN

046500700_1453441861-Helping_Hand_Christian_Stock_Images

Dalam beberapa hari ini saya sedang berusaha melakukan perubahan sebuah sistem dari bidang tugas yang diamanahkan kepada saya. Perubahan sistem pembayaran keuangan bagi para santri yang menjadi target pencapaian amanah ini. Sistem lama yang masih cenderung manual dan menimbulkan banyak permasalahan saya rubah dengan sistem yang lebih banyak menggunakan bantuan tekhnologi perbankan. Tidak tanggung-tanggung, saya mengambil konsultan IT yang membantu dan mendukung penuh program ini. Dimulai dengan memberikan pemahaman kepada para staf, guru dan karyawan dan terutama orang tua wali santri, kita fahamkan bahwa perubahan ini bertujuan untuk kemudahan dan pelayanan yang lebih baik.

Namun saya sadar, ternyata tidak mudah untuk menjadikan perubahan itu bisa langsung diterima oleh sebagian pihak. Bagi sebagian staf dan para wali santri yang sudah terbiasa menggunakan sistem lama, perubahan sistem ini menjadikan kesulitan dan bahkan dianggap tidak nyaman. Namun hal ini tidak menyurutkan langkah saya untuk menuju sebuah perubahan demi sebuah pelayanan yang maksimal kepada semua pihak.

Perubahan adalah sebuah keniscayaan, sebuah tahap yang harus dijalani seseorang, dari kecil hingga sekarang tentu sudah banyak mengalami perubahan yang kita alami. Bukan hanya bentuk fisik, pemikiran, pengetahuan dan sebagainya. Dalam menata kehiduapan menjadi lebih baik, terkadang diperlukan sebuah sikap mental yang siap berubah. Ini yang terkadang masih sulit kita jalani. Terlebih apabila perubahan ini menjadikan zona nyaman kita terganggu, sungguh hal ini pun pernah saya alami sendiri.

Perubahan akan lahir dari dalam diri sendiri didasari oleh sebuah keinginan yang kuat, dan niat yang benar-benar hadir dalam hati. Keinginan sesorang untuk berubah menjadi lebih baik bukan hanya sekedar lisan, tapi hati dan perbuatan juga harus sejalan. Contohnya jika seorang pemuda yang sudah mendapatkan hidayah, kemudian memaksakan diri untuk tidak lagi berbuat maksiat, dan dengan niat dan tekad yang kuat dia akhirnya mampu melewati perubahan itu. Saya sering membaca sebuah perumpamaan perubahan, seperti seekor ulat ulat yang bermetamorfosis menjadi kupu-kupu, perubahan yang harus dilalui dengan berpuasa, menjadi kepompong kering yang menjijikan dan akhirnya bisa berubah menjadi seekor kupu-kupu indah.

Inilah yang harus kita lalui, keberanian untuk menerima perubahan dan terus berupaya memperbaiki diri dari waktu kewaktu. Pada umumnya, orang mudah terjebak dalam zona nyaman, walau zona nyaman itu tidak memberikan kebaikan bagi mereka. Perubahan itu pasti, dan tidak seorang pun yang mampu melawan perubahan. Masalahnya adalah, tidak semua orang memiliki keberanian untuk berubah, kebanyakan orang takut dengan perubahan. Kita kadang mudah terjebak dalam zona nyaman yang sudah kita miliki, walau zona nyaman tersebut tidak memberikan kebaikan bagi mereka. Hanya karena terbiasa dengan sebuah pola hidup, memulai pola hidup baru menjadi tidak mudah, inilah realita yang terjadi pada kita.

Maka semestinya perubahan perlu disiapkan secara baik agar proses perubahan tidak menjadikan sebuah permasalahan yang berat. Karena kebanyakan orang selalu tidak siap menerima sebuah perubahan, maka dibutuhkan awal yang baik agar perubahan tidak berdampak negatif.
Perubahan yang baik dimulai dengan komunikasi yang jelas untuk mempengaruhi orang-orang agar secara ikhlas mau berubah. Dalam hal ini, harus ada yang pintar mempengaruhi, yang kerjanya mempengaruhi mental zona nyaman untuk berubah. Komunikasi yang mendorong orang-orang dari zona nyaman pindah ke zona perubahan harus dikerjakan secara total. Biasanya, akan ada perlawanan dan umpan balik yang anti perubahan. Sikap para perubah dengan kekuatan pengaruhnya harus mampu menanggapi dan mendengarkan realitas, dan juga menemukan logika yang tepat untuk memaksa yang ngotot di zona nyaman agar mau pindah ke zona perubahan.

Kebijakan untuk sebuah perubahan kadang memunculkan sebuah rasa ketakutan, rasa takut kehilangan realitas yang sudah biasa dijalani. Karena sudah cukup lama berada dalam satu cara atau system yang ada, maka saat diminta berubah atau melakukan transformasi, sikap menolak perubahan akan menguat. Dalam rangka memastikan perubahan berjalan sesuai rencana, perusahaan perlu bersikap tegas melalui komunikasi yang meminta semua orang berpartisipasi dan mendukung perubahan.

Tidak jarang, saat menerima kabar tentang perubahan, suasana kerja langsung kasak-kusuk dan gosip pun mulai diciptakan. Pada dasarnya, di tempat kerja, sangat sedikit jumlah orang yang berani berubah, ataupun siap mental untuk berubah. Oleh karena itu, para pimpinan seharusnya sadar untuk membangun komunikasi yang sejelas-jelasnya agar mendapatkan dukungan dari semua pihak terhadap proses perubahan. Bila komunikasi tidak jelas, maka perilaku pihak-pihak yang anti perubahan akan mengganggu upaya perubahan, sehingga perubahan menjadi sulit dicapai.

So, tidak ada alasan untuk takut menghadapi perubahan, sesungguhnya awal perubahan selalu dirasakan berat namun setelahnya kita akan menemukan sebuah kemudahan dan kenyamanan terasa untuk kita dan orang-orang disekitar kita. Selamat menikmati perubahan. Berdamailah dengan Perubahan!

Share to Media

Related For Berdamai Dengan Perubahan