Artikel kali ini bica masalah cinta, saya yakin kira semua pasti punya rasa cinta,  rasa cinta kepada keluarga, anak, istri dan saudara kita. Tapi terkadang kita juga bingung alasan kita mencintai seseorang. Barangkali sepenggal kisah dibawah ini bisa menginspirasi kita, bahwa sebenarnya Cinta itu memang tidak memerlukan sebab…

Dalam satu kisah percintaan yang menarik, sepasang suami isteri berjalan di tepi sebuah danau indah, kemudian si isteri bertanya kepada si suami “Mengapa abang menyukai saya? Mengapa abang mencintai saya?”  lalu si suami menjawab “Abang nggak bisa menerangkan sebabnya, namun begitu abang memang menyayangi dan mencintaimu”.

Mendengar menjawab si suami, si isteri berkata lagi “Abang nggak bisa menerangkan sebabnya? Bagaimana mungkin abang bisa katakan abang sayang dan mencintaiku sedangkan abang sendiri nggak bisa menerangkannya”

“Betul! Abang nggak tahu sebabnya tetapi abang bisa buktikan bahwa abang memang sayang dan mencintaimu” kata si suami

Lalu isterinya pun berkata “nggak bisa beri bukti! Tidak! Saya hendak abang terangkan kepada saya sebabnya. Kawan-kawan saya yang lain yang punya suami, semuanya tahu dan mampu menerangkan mengapa mereka mencintai, namun tidak dengan abang yang nggak mampu menerangkan sebabnya”

Si suami menarik nafas panjang dan dia berkata, “baiklah! Abang mencintaimu karena kamu cantik, mempunyai suara merdu, penyayang dan mengingati abang selalu. Abang juga suka akan senyuman manismu dan tampak begitu manis jika kamu melangkah, disitulah cinta Abang bersamamu”

Si isteri tersenyum dan berpuas hati dengan apa yang dikatakan si suaminya tadi. Namun begitu selang beberapa hari si isteri mengalami kemalangan dan koma. Si suami sangat bersedih dan menulis sepucuk surat kepada isterinya yang disayangi. Surat itu diletakkan disebelah tempat baring isterinya.

Suratnya itu berbunyi “sayang! Jika disebabkan suaramu aku menicintaimu, sekarang bisakah engkau bersuara? Tidak! Oleh karena itu aku tidak bisa mencintaimu. Jika disebabkan kasih sayang dan ingatanmu aku mencintaimu, sekarang bisakah engkau menunjukkan? Tidak! Oleh karena itu aku tidak bisa mencintaimu. Jika disebabkan senyuman aku mencintaimu, sekarang bisakah engkau tersenyum? Tidak! Oleh karena itu aku tidak mencintaimu. Jika disebabkan setiap langkah aku mencintaimu, sekarang bisakah engkau melangkah? Tidak! Oleh karena itu aku tidak bisa mencintaimu.

Jika cinta memerlukan sebabnya seperti sekarang. Aku tidak mempunyai sebab mencintaimu lagi. Adakah cinta memerlukan sebab? Tidak! Aku masih mencintaimu dulu, kini, selamanya dan cinta tidak perlu sebab. Kadangkala perkara tercantik dan terbaik di dunia tidak bisa dilihat, dipegang. Namun ia bisa dirasai dalam hati”.

Share to Media
7 thoughts on “Cinta nggak perlu Sebab”
  1. I’m just commenting to make you know what a magnificent encounter my friend’s girl gained studying your web site. She learned several pieces, which include what it’s like to possess an awesome helping nature to let other folks very easily know just exactly several multifaceted subject matter. You truly exceeded people’s expectations. Thank you for presenting these powerful, safe, explanatory and in addition fun tips about this topic to Kate.

  2. Cinta itu karena hati, kalo hati kita sudah rusak maka cinta itu tidak akan pernah ada.

  3. ihik ihik ihik… c.i.n.t.a…
    kata itu yang buat aku bergidik setiap kali denger..
    cinta tak harus memiliki… cukup dirasa dan di mengerti..???
    but…..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.