Membaca dikoran dan nonton di TV  tentang berita aksi demonstrasi memperingati Hari Antikorupsi se-dunia di Kota Makassar, Kamis, 9 Desember, menjadi miris dan ikut prihatin. Ulah anarkis demonstran dari berbagai perguruan tinggi menyebabkan masyarakat yang tak tau apa-apa malah ikut terkena imbasnya.
Para mahasiswa itu melakukan aksinya sembari menutup jalan, mereka bentrok dengan para aparat kemanan, bahkan ada sebagian yang merusak beberapa fasilitas umum. Bukankah hal ini malah membuat masyarakat. jadi tambah sengsara. Lihat saja kejadian di makasar  kemarin, selama tujuh jam, sejak pukul 11.30 hingga 18.30 Wita, masyarakat telantar di jalan.

Kemacetan total itu memaksa sejumlah penumpang angkutan kota (petepete) terpaksa berjalan kaki beberapa kilometer. Sebagian warga mengeluhkan aksi mahasiswa yang anarkis saat berdemo. Pasalnya, aktivitas masyarakat menjadi terganggu. Ada beberapa orang tua yang kesulitan menjemput anaknya pulang sekolah, lantaran jalan diblokade.
Sobat muda,  selaku generasi muda saya jadi heran dengan ulah rekan-rekan k :ita itu. Mestinya berdemo dengan dewasa. Tidak perlu sampai menutup jalan karena yang dirugikan masyarakat. Apalagi merusak fasilitas umum, membakar gedung atau apalah aksinya. Bukankah aksi mereka juga mengatasnamakan rakyat, dan berjuang untuk kepentingan rakyat. Alangkah indahnya bila penyampaian aspirasi dilakukan dengan damai, tanpa kekerasan, dan penuh toleransi.. tentu pembangunan di Indonesia akan semakin baik.. bukankah Indonesia yang aman, tentram, dan sejahtera adalah impian kita semua?? bukankah itu yang ingin diwujudkan oleh para mahasiswa itu?
Beberapa contoh dari kemacetan yang diakibatkan aksi demonstrasi mahasiswa :
  1. banyak pedagang yang tak bisa berdagang karena jalannya terhalang
  2. banyak orang sakit yang tak terselamatkan karena tak sempat dilarikan ke rumah sakit?
  3. banyak pegawai yang tak dapat /terlambat melaksanakan tugas karena jalannya terhambat
  4. banyak masyarakat yang risih, dan jadi prihatin kalo lihat di tv britanya tentang demo yang rusuh
  5. banyak warga tak dapat lagi menggunakan fasilitas umum yang sudah dirusak
  6. berapa biaya yang harus dikeluarkan untuk memperbaiki fasilitas umum tersebut
  7. semua fasilitas umum berasal dari pajak.. bayangkan.. berapa uang pajak yang terbuang sia-sia hanya untuk membangun fasilitas umum yang kemudian hanya akan dirusak
Share to Media
30 thoughts on “Demo Gak perlu Anarkis…”
  1. Thanks for your whole work on this website. My mum takes pleasure in setting aside time for research and it is simple to grasp why. We notice all relating to the powerful ways you render very useful tips and tricks via your website and therefore strongly encourage response from website visitors on this theme while our own simple princess is without a doubt understanding so much. Take pleasure in the rest of the year. Your performing a very good job.

  2. My wife and i were very thankful when Peter managed to round up his survey while using the precious recommendations he received when using the weblog. It is now and again perplexing to simply possibly be releasing tips and hints which usually the others might have been trying to sell. We really take into account we now have you to thank for this. These illustrations you made, the straightforward website navigation, the relationships your site make it possible to promote – it is mostly terrific, and it is making our son in addition to us recognize that this theme is satisfying, which is certainly very vital. Thanks for the whole thing!

  3. I enjoy you because of all your efforts on this site. Ellie enjoys doing internet research and it’s easy to see why. All of us hear all concerning the compelling means you deliver good information by means of the blog and as well cause contribution from other people about this concept plus my daughter is actually being taught a lot. Enjoy the remaining portion of the new year. You’re the one carrying out a glorious job.

  4. Anarkis itu karena terbawa emosi. Awalnya hanya ingin meminta keadilan, tapi akhirnya yang demo sama saja berbuat tidak adil dengan melampiaskan emosi. Semoga banyak petinggi, ahli agama mau memberi contoh yang baik menghadapi ketidak adilan…

  5. hmm.. demonstransi saat ini tidak seperti yg di harapkan lagi , mereka(pendemo) jutru melakukan aksi2 yang membuat negara kita ini menjadi hancur , seperti : mereka merusak perumahan warga , membakar mobil , merusak infrasturktur , dll …

  6. gambaran masyarakat kita yang konon katanya merupakan kalangan terdidik tapi perilakunya seperti tidak mengenal pendidikan sama sekali.
    Miiris aku mendengar berita ini ~

  7. Betapa miris melihat fenomena ini. Seyogyanya dapat menahan diri baik dari aparat maupun para pendemo. Apalagi para mahasiswa sebagai cikal kaum intelektual.
    Akan lebih bagus klo demo berjalan santun, tertib dan justru tidak merugikan masyarakat yg selama ini kita perjuangkan.
    Salam ukhuwah, dzadjakallah khairan katsira 🙂

  8. negara ini sudah terbiasa dengan istilah kebablasan, yang demo kebablasan, yang menthungi rakyat kebablasan, yang ber”gayus” kebablasan.
    siapa yang benar siapa yang salah semua ingin jadi nomer satu, entahlah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.