Usai menunaikan Sholat Jumat siang ini seperti biasa saya membaca 2 lembar Buletin Jumat yang saya bawa dari Masjid.  Di sebuah sudut kolom Hikmah, ada cerita singkat yang mungkin bisa saya bagikan kepada rekan-rekan semoga membawa hikmah dan kita bisa belajar. Meski ini cerita sederhana dan barangkali sudah pernah kita baca, tapi saya tertarik membagikannya buat semua..

Di suatu sore, seorang anak datang kepada ayahnya yg sedang baca koran… ayah 
Ayah, ayah” kata sang anak…
“Ada apa?”  tanya sang ayah…..
“aku capek, sangat capek … aku capek karena aku belajar mati matian untuk mendapat nilai bagus sedang temanku bisa dapat nilai bagus dengan menyontek…aku mau menyontek saja! aku capek. sangat capek…
aku capek karena aku harus terus membantu ibu membersihkan rumah, sedang temanku punya pembantu, aku ingin kita punya pembantu saja! … aku capel, sangat capek …
aku cape karena aku harus menabung, sedang temanku bisa terus jajan tanpa harus menabung…aku ingin jajan terus! …
aku capek, sangat capek karena aku harus menjaga lisanku untuk tidak menyakiti, sedang temanku enak saja berbicara sampai aku sakit hati…
aku capek, sangat capek karena aku harus menjaga sikapku untuk menghormati teman teman ku, sedang teman temanku seenaknya saja bersikap kepada ku…
aku capek ayah, aku capek menahan diri…aku ingin seperti mereka…mereka terlihat senang, aku ingin bersikap seperti mereka ayah ! ..” sang anak mulai menangis…
Kemudian sang ayah hanya tersenyum dan mengelus kepala anaknya sambil berkata ” anakku ayo ikut ayah, ayah akan menunjukkan sesuatu kepadamu”
lalu sang ayah menarik tangan sang anak kemudian mereka menyusuri sebuah jalan yang sangat jelek, banyak duri, serangga, lumpur, dan ilalang… lalu sang anak pun mulai mengeluh ” ayah mau kemana kita?? aku tidak suka jalan ini, lihat sepatuku jadi kotor, kakiku luka karena tertusuk duri. badanku dikelilingi oleh serangga, berjalanpun susah karena ada banyak ilalang… aku benci jalan ini ayah” … sang ayah hanya diam.
Sampai akhirnya mereka sampai pada sebuah telaga yang sangat indah, airnya sangat segar, ada banyak kupu kupu, bunga bunga yang cantik, dan pepohonan yang rindang…
“Wwaaaah… tempat apa ini ayah? aku suka! aku suka tempat ini!” sang ayah hanya diam dan kemudian duduk di bawah pohon yang rindang beralaskan rerumputan hijau.
“Kemarilah anakku, ayo duduk di samping ayah” ujar sang ayah, lalu sang anak pun ikut duduk di samping ayahnya.
Anakku, tahukah kau mengapa di sini begitu sepi? padahal tempat ini begitu indah…?”
” Tidak tahu ayah, memangnya kenapa?”
” Itu karena orang orang tidak mau menyusuri jalan yang jelek tadi, padahal mereka tau ada telaga di sini, tetapi mereka tidak bisa bersabar dalam menyusuri jalan itu”
Ooh… berarti kita orang yang sabar ya yah? alhamdulillah”
” Nah, akhirnya kau mengerti”
” Mengerti apa? aku tidak mengerti”
” Anakku, butuh kesabaran dalam belajar, butuh kesabaran dalam bersikap baik, butuh kesabaran dalam kujujuran, butuh kesabaran dalam setiap kebaikan agar kita mendapat kemenangan, seperti jalan yang tadi… bukankah kau harus sabar saat ada duri melukai kakimu, kau harus sabar saat lumpur mengotori sepatumu, kau harus sabar melawati ilalang dan kau pun harus sabar saat dikelilingi serangga… dan akhirnya semuanya terbayar kan? ada telaga yang sangatt indah.. seandainya kau tidak sabar, apa yang kau dapat? kau tidak akan mendapat apa apa anakku, oleh karena itu bersabarlah anakku”
” Tapi ayah, tidak mudah untuk bersabar ”
Aku tau, oleh karena itu ada ayah yang menggenggam tanganmu agar kau tetap kuat … begitu pula hidup, ada ayah dan ibu yang akan terus berada di sampingmu agar saat kau jatuh, kami bisa mengangkatmu, tapi… ingatlah anakku… ayah dan ibu tidak selamanya bisa mengangkatmu saat kau jatuh, suatu saat nanti, kau harus bisa berdiri sendiri… maka jangan pernah kau gantungkan hidupmu pada orang lain, jadilah dirimu sendiri… seorang pemuda muslim yang kuat, yang tetap tabah dan istiqomah karena ia tahu ada Allah di sampingnya… maka kau akan dapati dirimu tetap berjalan menyusuri kehidupan saat yang lain memutuskan untuk berhenti dan pulang… maka kau tau akhirnya kan?”
Ya ayah, aku tau.. aku akan dapat surga yang indah yang lebih indah dari telaga ini … sekarang aku mengerti … terima kasih ayah , aku akan tegar saat yang lain terlempar ”
Sang ayah hanya tersenyum sambil menatap wajah anak kesayangannya.
Semoga kita bisa bersabar dalam situasi dan kondisi apapun,
Share to Media
37 thoughts on “Inspirasi Jum’at”
  1. Generally I do not read post on blogs, but I wish to say that this write-up very forced me
    to take a look at and do it! Your writing style has been surprised me.
    Thank you, quite great article. asmr 0mniartist

  2. Hello there! I just would like to give you a
    big thumbs up for your great info you have here on this post.
    I’ll be coming back to your blog for more soon. asmr 0mniartist

  3. I am extremely inspired together with your writing abilities
    as smartly as with the structure for your
    weblog. Is this a paid theme or did you modify it
    your self? Either way keep up the nice high quality writing, it
    is rare to look a nice weblog like this one these days..
    asmr 0mniartist

  4. I wanted to put you the very little remark to be able to thank you the moment again on your pretty tactics you have provided on this page. This has been simply strangely open-handed with you to offer unhampered precisely what many people would’ve offered for sale for an ebook to help make some money on their own, particularly seeing that you might have tried it in case you desired. Those strategies in addition worked to become good way to know that some people have the identical keenness really like my personal own to realize much more when considering this matter. I believe there are several more pleasant sessions up front for people who read through your site.

  5. bahagiax bisa menjd org yg sabar seperti itu. sebab belajar sabar itu butuh waktu. sulit kadang mempraktekkanx….mudah2an Allah memberikan jalan yg terbaik buat kita utk selalu belajar bersabar.

  6. Cerita yang bagus dan memotivasi banget..
    besok-besok gua ceritain sama siswa-siswi deh..
    soalnya lama g pernah cerita
    dua jempol untuk postingannya

  7. Inspiratif, proses yang sulit dan jalan yang susah akan menghasilkan ending yang lebih indah, intinya sabar.

  8. # Em Farobi : sama-sama mas…thanks udah mampir
    # Hariyanti : hmmm sama2 bu guru, yuk kita berikan semangat buat murid2 kita
    # Tukang Colong : Alhamdulillah buletinnya Gratis kok mas… (gak nyolong) :))

  9. # Anisayu : hmmm sabar setau saya kok nggak ada batasnya ya mbak… heheheh kesabaran selalu membuahkan hasil yg menyenangkan

    #Fanny : heheheh, makanya anak sekarang berfikiran mending nyontek aja ya

    #Catatan Kecil : thanks juga mbak…

  10. wah bener2 menarik dan bermanfaat ceritanya….
    Memang sabar ada batasnya namun jika dilalui dg tabah senang akhirnya,,,,

  11. Bener banget bro, Buletin Jumat yang saya dapatkan emang lain dari biasanya, memang dibutuhkan kreativitas buat para redaksi buletin mingguan seperti itu..

  12. terkadang buletin sholat jumat ada cerpen2 penuh tausiah dan menarik untuk dibaca.

    mungkin kalo sekedar tulisan “kita harus jadi orang sabar”
    “kita harus menghormati orang lain” dll sudah ilang gregetnya..

    tapi kalau disampaikan dengan cerita yang menarik dengan sendirinya pikiran terbuka dan dengan kesadaran sendiri muncul keinginan untuk memahami..

    sekedar mengingatkan, jangan dibaca waktu khotbah jumat 😀

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.