Kenapa Ekonomi Indonesia Berjalan Lambat

Pertumbuhan Ekonomi para kuartal pertama dan kedua ternyata belum sesuai harapan, diawali dengan kegembiraan dan harapan besar rakyat Indonesia dengan hadirnya pemimpin baru, ternyata apa yang diharapkan belum sepenuhnya terjadi.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal pertama tercatat paling lambat dalam lima tahun terakhir. Sebagian faktor adalah lemahnya permintaan dari pasar ekspor utama Indonesia seperti China dan Singapura serta belanja pemerintah yang lebih rendah dari harapan.

Menurut Badan Pusat Statistik, perekonomian Indonesia tumbuh 4,71 persen dari tahun sebelumnya, dan melambat 5,01 persen dari triwulan sebelumnya. Secara kuartalan, perekonomian menyusut 0,18 persen setelah mengalami kontraksi 2,06 persen pada periode Oktober-Desember.

Sementara itu, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi triwulan-II 2015 mencapai 4,67 persen secara tahunan. Ini juga masih belum menjawab harapan masyarakat Indonesia tentang masa depan Ekonomi negeri ini.  Secara keseluruhan pada akhir kuartal II-2015, ULN Indonesia tumbuh 6,3 persen (yoy), lebih lambat dibandingkan pertumbuhan kuartal I-2015 sebesar 7,9 persen (yoy). Posisi ULN pada akhir kuartal II-2015 tercatat sebesar 304,3 miliar dolar AS. Jumlah tersebut terdiri dari ULN sektor publik sebesar 134,6 miliar dolar AS atau 44,2 persen dari total ULN, dan ULN sektor swasta sebesar 169,7 miliar dolar AS.

Kenapa Berjalan Lambat

Masalah perlambatan ekonomi yang dirasakan negeri ini memang banyak penyebabnya, setidaknya itulah yang menjadi alasan banyak tokoh penting  dinegeri ini.

Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro tidak menampik terjadinya perlambatan pertumbuhan ekonomi nasional. Meski begitu, menkeu membela diri. Kondisi perekonomian global lagi-lagi jadi alasan yang mempengaruhi kinerja perekonomian dalam negeri.

“Kita masih lebih baik jika dibandingkan dengan negara-negara lain. Posisi pertumbuhan ekonomi Indonesia turunnya tidak begitu jauh,

Pak Menteri berdalih, lambannya laju pertumbuhan ekonomi Indonesia karena pemerintah belum melakukan penyerapan anggaran 2015 secara maksimal. Terutama belanja modal. Karena itu pada Menkeu Bambang meminta kementerian dan lembaga segera merealisasikan program mereka agar pencairan anggaran bisa lebih cepat dibanding semester I 2015.

“Bagaimana kami mengejar target? matematik simplenya 5,3 persen maka pertumbuhan pada semester 2 harus mencapai 5,7 persen. Tentunya kami upayakan segala cara untuk 5,3 persen dengan upaya tersebut. Terlebih PU bisa 93 persen, itu sudah besar,” tutupnya.

So, apapun yang menjadi alasan melambatnya Ekonomi, yang pasti pemerintah harus bekerja lebih keras lagi, bukan hanya sekedar wacana, minimalnya para menteri bidang ekonomi memiliki program nyata yang dirancang untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Bukan hanya sekedar janji, tapi perlu bukti, gimana pak Jokowi?, ayo kerja !

Share to Media

2 thoughts on “Kenapa Ekonomi Indonesia Berjalan Lambat

  • 09/01/2021 pada 9:02 pm
    Permalink

    It is with sad regret to inform you StarDataGroup.com is shutting down.
    It has been a tough year all round and we decided to go out with a bang!

    Any group of databases listed below is $49 or $149 for all 16 databases in this one time offer.
    You can purchase it at http://www.StarDataGroup.com and view samples.

    – LinkedIn Database
    43,535,433 LinkedIn Records

    – USA B2B Companies Database
    28,147,835 Companies

    – Forex
    Forex South Africa 113,550 Forex Traders
    Forex Australia 135,696 Forex Traders
    Forex UK 779,674 Forex Traders

    – UK Companies Database
    521,303 Companies

    – German Databases
    German Companies Database: 2,209,191 Companies
    German Executives Database: 985,048 Executives

    – Australian Companies Database
    1,806,596 Companies

    – UAE Companies Database
    950,652 Companies

    – Affiliate Marketers Database
    494,909 records

    – South African Databases
    B2B Companies Database: 1,462,227 Companies
    Directors Database: 758,834 Directors
    Healthcare Database: 376,599 Medical Professionals
    Wholesalers Database: 106,932 Wholesalers
    Real Estate Agent Database: 257,980 Estate Agents
    Forex South Africa: 113,550 Forex Traders

    Visit http://www.stardatagroup.com or contact us with any queries.

    Kind Regards,
    StarDataGroup.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.