Menu

Kokohnya Pertahanan Benteng Salahudin Al Ayubi

10/02/2018 | CORETAN

IMG20171229094934

Berkunjung ke negeri Piramida Mesir selalu meninggalkan kesan dan hikmah yang mendalam, kunjungan ke beberapa tempat sejarah saya lakukan selain sebagai wisata sejarah namun juga bisa lebih mengenal kejayaan Islam masa lalu. Mesir ini negara yang memiliki banyak sejarah khususnya dalam perkembangan Islam. Selama ini yang kita kenal mungkin hanya Piramida dan Firaun, atau Sungai Nil, dimana Nabi Musa dihanyutkan oleh istri Fir’aun. Padahal Mesir memilki banyak tempat-tempat terbaik yang pernah menjadi bukti dan saksi sejarah peradaban maupun kejayaan Islam dimasanya.
Kali ini saya berkesempatan menjadi saksi kejayaan Islam, mengunjungi tempat yang cukup bersejarah dan membanggakan. Sebuah benteng yang dibangun ribuan tahun lalu, bernama Benteng Salahudin Al Ayubi di atas perbukitan kota Kairo Mesir.

Benteng (qal’ah) Salahuddin dibangun oleh seorang panglima Salahuddin Al-Ayyubi tahun 1183 untuk membentengi Kairo dari serangan musuh dari luar dimasa Perang Salib. Itu artinya benteng ini sudah berusia sekitar 5 abad lebih, namun saya dibuat tercengang karena hingga kini benteng ini masih kokoh tegak berdiri. Runtuhnya Dinasti Fathimiyah sekaligus menandai berakhirnya masa kebesaran Syi’ah di Mesir, Afrika Utara (Tunisia, Aljazair, dan Libia), dan Syam (Suriah, Lebanon, Palestina, dan Yordania). Dinasti Fathimiyah ditumbangkan oleh Salahuddin al-Ayyubi, yang kemudian menjadi pendiri dan penguasa Dinasti Ayyubiyah. Salahuddin kemudian membangun pusat pemerintahan baru di Kairo, yaitu di ujung Bukit Muqattam. Sahaludin Al Ayubi adalah seorang panglima perang yang mendirikan dinasti Ayubiyah, pada masa kekuasanya dia berhasil membangun pertahanan muslim terkuat. Salah satunya adalah benteng yang ada di Kairo ini.

Mengingat kisah perang perang Salib, dulu pernah nonton film kisah heroik perjuangan pasukan Shalaudin yang mampu memukul mundur tentara salib, masih ingat judulnya filmnya? kebetulan saya lupa. Bagi saya benteng Shalahuddin amatlah megah. Kawasan benteng Shalahudin yang sebenarnya pada zaman dulu, memanjang dimulai dari kawasan Al-Azhar hingga kawasan bukit Muqottam, sebuah kawasan pegunungan di kota Cairo. Namun, karena tergerus masa, saat ini benteng Shalahudin berada di dataran tinggi Muqottom dan selalu menjadi pemandangan indah dengan berdirinya masjid Muhamad Ali Pasya, penguasa pada saat Mesir dipegang oleh Turki Utsmani.

IMG20171229103046

Pertama kali memasuki kawasan ini, saya disapa dengan peninggalan Ketapal besar yang digunakan untuk melempar batu pada saat perang. Kayunya masih utuh. Tidak seperti di Piramida yang kami diserbu oleh para penjual asongan, di benteng Shalahudin relatif aman dan nyaman, suasananya santai, penjaganya juga ramah dan biasa saja. Ketinggian tembok benteng mencapai 10 m. dengan tebal 3 m. Benteng ini dibangun untuk mempertahankan Kota Kairo dari serangan pasukan salib. Saat memasuki benteng, kita disambut oleh pintu gerbang yang megah, dengan menara yang kokoh menjulang ke langit. Tinggi dinding benteng sekitar 10 meter, dengan ketebalan 3 meter. Sementara menaranya dibangun dengan jarak setiap seratus meter, sebagai konsentrasi pertahanan terhadap serangan musuh. Di menara ini banyak terlihat lubang-lubang jendela bagi pasukan pemanah. Sementara bagian paling atas berupa dek terbuka yang digunakan untuk menempatkan meriam.
Arsitektur benteng yang didirikan pada tahun 1176 ini merupakan arsitektur kastil termaju di zamannya. Pertahanannya dibuat tiga lapis. Lapisan pertama untuk pertahanan jarak jauh menggunakan panah dan meriam lewat menara yang ada di sekeliling benteng. Jika berhasil melewati lapisan pertama musuh akan menghadapi lapisan kedua. Lapisan kedua berupa ruang terbuka di dalam tembok benteng yang dikelilingi tembok tinggi. Pasukan musuh akan menjadi sasaraan empuk pasukan pemanah. Lapisan ketiga berupa lorong bercabang sepanjang 2.100 meter. Di sinilah pasukan musuh yang berhasil masuk akan dibantai satu per satu.

beneng1

Benteng ini cukup megah, selain itu udara di sekitar Benteng cukup segar. Menurut sejarah pemilihan lokasi diatas buki ini dulu dilakukan dengan cara menyebarkan daging ke seluruh penjuru Kairo. Hasilnya, daging yang ada di kawasan Muqattam bertahan lebih lama dibandingkan kawasan lain.  Di dalam area benteng terdapat peninggalan sejarah yang lain, yaitu Masjid Muhammad Ali Pasha, museum angkatan perang Mesir, bekas penjara, dan taman-taman yang indah. Menarik memasuki Masjid Muhammad Ali Pasha atau Masjid Alabaster adalah satu masjid tua yang megah. Termasuk masjid terbesar diabad ke 18, Masjid ini dibangun antara tahun 1830-1848 atas perintah dari Muhammad Ali Pasha, untuk mengenang putra sulungnya, Tusun Pasha, yang meninggal pada tahun 1816. Arsitek mesjid ini adalah Yusuf Bushnak, dari Istambul, Turki. Masjid ini mengambil model dari Masjid Yeni di Istambul. Bangunan ini menjadi menarik karena bisa terlihat dari kota mesir, maklum saja karena letaknya ada diatas perbukitan.

Bagi saya, semangat Shalahudin harus kita teladani, membangun benteng pertahanan yang kokoh untuk sebuah keyakinan mempertahankan panji Islam. Benteng yang kokoh inilah yang mampu melindungi pasukan dari serangan musuh. Seperti Shalahudin Al Ayubi, kitalah yang saat ini harus membangun benteng kokoh, mempertahankan agama ini. Salah satunya membangun benteng karakter bagi para santri agar tangguh dan tidak tergoyahkan hingga ratusan tahun. Membangun karakter ini tentu butuh kesabaran, dan harus siap dengan hempasan yang kadang menyakitkan. Maka semangat benteng shalahudin yang kokoh ini menjadi pembelajaran yang sangat berharga bagi saya agar tetap bertahan meski serangan musuh bertubi-tubi datang, meski masalah demi masalah terus menghadang. Justru inilah bentuk perjuangan yang sesungguhnya.

Perjuangan ini berat, terkadang prosesnya tidak semudah yang kita bayangkan. Seandainya perjuangan shalahudin begitu mudah menakhlukan pasukan salib, tentu dia tidak akan membangun benteng diatas bukit dengan kemegahan dan kekuatan maha dasyat. Bagi kita pejuang dilembaga pendidikan, tugas kita adalah membangun benteng dengan karakter yang kuat, karakter akhlak yang menjadi corak utama bagi para santri kita. Di kairo ini saya mendapat salah satu hikmah dari kemegahan dan kekokohan benteng yang insyaALlah menjadi pemacu semangat untuk terus berjuang di jalan Allah. Semoga…

Kairo Mesir, 29/12/2017

Share to Media

Related For Kokohnya Pertahanan Benteng Salahudin Al Ayubi