Menu

Menjadi Golongan Yang Sedikit

21/02/2018 | CORETAN, INSPIRATIF, RENUNGAN

1

Manusia yang paling banyak disebutkan dalam Alquran adalah orang-orang yang ingkar dan menentang perintah Allah SWT dalam kehidupan di akhir zaman, dan sangat sedikit yang beriman dan bersyukur atas segala nikmat Allah yang diterimanya.
Suatu kali Umar bin Khatab mendengar seseodang berdoa “Ya Allah jadikan aku termasuk golongan yang sedikit” Umar menjadi terkejut dan beliaupun bertanya kepada orang tersebut, “ Wahai hamba Allah, apa yang kamu maksud dengan orang yang sedikit itu?” dan orang tersebut menjawab “”Wahai, Amirul Mukminin! Sesungguhnya aku membaca doa seperti itu karena teringat firman Allah dalam surat Al-Araf ayat 10. Sungguh, Kami telah menempatkanmu di bumi dan di sana Kami sediakan sumber penghidupan untukmu. Tetapi sedikit sekali kamu bersyukur.” Kemudian orang itu menyebutkan beberapa ayat lagi. Dan Umar berkata “Setiap orang memang lebih faqih dari Umar”.

Dari kisah singkat tersebut, kita bisa mengambil hikmah bahwa meraih derajat yang tinggi kadang tidak harus ditempuh dengan orang kebanyakan orang. Sepi dari teman, dan jumlahnya sedikit yang mampu melakukan. Derajat muslim hanya disandang orang yang jumlahnya sebagian kecil dari total penduduk bumi. Dari sekian muslim hanya sebagian kecil yang menyandang predikkat mukmin. Inilah konsekwensi pilihan yang kita ambil. Mau menjadi orang kebanyakan atau bagian kecil yang berhasil.
Jika ingin berhasil dengan tingginya capaian ilmu, jangan menjadi kebiasaan awam sebagai ukuran. Orang-orang yang berhasil melakukan hal-hal yang tidak banyak dilakukan oleh orang-orang kebanyakan. Bukankah orang yang masuk surga tanpa hisab, ini jumlahnya lebih sedikit dari penghuni surga yang lain?

Maka jangan ragu menjalani hidup dengan prinsip yang kita pegang dalam kebenaran, meskipun dari kita jumlahnya tidak banyak. Dalam hal mensyukuri nikmat Allah, sedikit sekali orang-orang yang pandai bersyukur. Padahal jelas sekali Allah menjanjikan balasan bagi orang yang pandai bersyukur “Jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan tambah nikmat-Ku kepadamu, dan jika kamu ingkar sesungguhnya azab-Ku amatlah pedih”. Menjadi golongan yang sedikit ini harus dilihat dari sudut pandang yang positif dan dalam lingkup yang cukup luas, jika kita melihat kebanyak dilingkungan kita saat ini, apapun bisa jadikan pembelajaran. Dilingkungan kerja, saat banyak yang mencoba tidak disiplin, maka hendaknya kita tetap teguh dengan prinsip menjaga disiplin kita. Saat kebanyakan orang melakukan pekerjaan dengan tidak serius, kita mencoba menjadi bagian dari yang sedikit lebih serius dari orang lain. Jika kebanyakan orang masih sering mengeluh dengan beban tugas dan amanah yang didapatkannya, kita menjadi orang yang sedikit dengan bersyukur masih diberikan amanah karena ternyata masih ada orang yang jauh lebih tidak beruntung dari kita. So jadilah golongan yang paling beruntung, golongan yang sedikit.

Share to Media

Related For Menjadi Golongan Yang Sedikit