Menu

Ramadhan Bulan Penuh Cinta

ram

Ramadhan bulan penuh cinta, begitulah kalimat pertama yang ingin saya sampaikan, seperti 4 kata dalam judul tulisan sederhana ini. Kita semua tau, inilah salah satu bulan yang memiliki moment terbaik untuk beribadah dan bersilaturahim. Setiap momentum yang ada, pasti selalu terbingkai dengan rasa cinta yang mendalam. Ada energi positif di dalamnya, dunia dan seisinya memahamkan kita ‘ini bulan ramadhan bulan yang bertabur berkah tanda cintanya Allah kepada hambanya.

Betapa tidak, lihatlah taburan cinta di sudut setiap rumah-rumah kita,  banyak terdengar tilawah di malam hari, cinta mereka dengan Al Quran mengalami peningkatan drastis. Di siang hari, pun di setiap waktu mendekati waktu sholat, jamaah tak ingin menyiakan waktunya untuk membaca Al Qur’an. Satu ungkapan untuk bulan ramadhan ini  ‘sangat menyenangkan dan menenangkan’.

Lihatlah pula kecintaan orang dengan masjid, rumah ibadah yang mereka banggakan. Dari anak-anak, remaja, dewasa hingga yang tua tak ingin ketinggalan.  Di setiap mendekati adzan maghrib, anak2 berlomba2 untuk datang ke masjid, mengaji iqra belajar membaca Qur’an dipandu para remaja masjid. Semuanya tau? Ini hanya terjadi di nuansa ramadhan bukan? Setelah itu, mereka berbuka bersama di masjid desa dengan sangat ceria –barakallahufik. Saya jadi teringat keceriaan masa kecil saya di desa masa itu.

Lagi dan lagi, ini adalah sebuah perwujudan tanda cinta yang hanya ada di bulan ramadhan. Setiap hari, warga yang mau menyediakan takjil ke masjid berebut dengan sajian menu terbaik, bahkan takmir masjid sudah menjadwalkan jauh hari sebelum ramadhan tiba agar tidak terjadi rebutan jadwal. ‘Maka nikmat Tuhan mana lagi yang hendak kita dustakan?’ Berlapis-lapis keberkahan di bulan suci ramadhan dihadirkan untuk kita nikmati.

Bulan ramadhan bulan penuh cinta, di mana semua jiwa mau belajar untuk saling memaafkan dan belajar membuka diri dalam beribadah. Kebersamaan tercermin bukan sekedar makan bersama, setelah berbuka, di lanjutkan dengan sholat maghrib berjamaah. Masjid menjadi ramai, penuh dengan semangat kebersamaan dalam ibadah.   Dikampung saya nuh jauh di Kalimantan, bulan Ramadhan adalah saat terbaik untuk menunjukan cintanya kepada keluarga. Saya menjadi lebih rajin membantu orang tua, lebih patuh dengan nasehat dari ibu.  Menjadi lebih rajin mengaji, Bapak saya kala itu menjanjikan hadiah baju baru jika saya mampu menyelesaikan khatam Al Quran di bulan ini, tentu saya menjadi lebih bersemangat.

Namanya juga anak kecil, namun inilah kegembiraan penuh cinta di bulan ramadhan.  Menyenangkan, karena ada sebuah pembelajaran yang tengah kita jalani di bulan ramadhan. Mungkin, bagi orang lain hal ini biasa. Tapi bagi kami, ini suatu hal yang tetap harus dijaga. Momentum kebersamaan keluarga terasa, bagi anggota keluarga yang jarang duduk bersama di satu meja makan, maka waktu makan sahur dan berbuka tiba-tiba mereka dikumpulkan. Sungguh nikmat rasanya.

Ramadhan hanya datang 1 kali dalam setahun, maka jangan menyia-nyiakan kehadiran bulan penuh berkah ini. Dulu saya pernah bertanya, kenapa kita tak harus menyambut ramadhan dengan istimewa.  Mengapa semua warga kampung begitu antusias dengan kehadiran bulan ini. Maka kini saya tau, bahwa bulan ini dihadirkan Allah bersama dengan cinta para hambanya. Ada jutaan kemuliaan, jutaan keberkahan dan nikmat yang tak terhitung lainnya yang Allah turunkan dibulan ini. Maka sudah selayaknya setiap jiwa menyambut dengan hati bahagia, dan dengan rasa syukur kepadaNya.

Memang sepantasnyalah kita ini bersyukur,  ketika bisa kembali di pertemukan dengan bulan suci ramadhan tahun ini. Karena tidak semua yang menanti diberi kesempatan berjumpa kembali.  Bisa ada yang sakit, dan bahkan ada yang di panggil Allah untuk segera kembali. Ada yang di panggil 1 bulan mau ramadhan, ada yang 1 minggu, 1 hari, atau bahkan ada yang di hari pertama berpuasa di bulan ramadhan.  Semuanya qadarullah, tidak untuk di sayangkan. Karena setiap ketetapanNya, insyaa Allah itu adalah yang terbaik. Tinggal bagaimana kita menyikapinya.

Allah terus mengingatkan kepada kita, ‘nikmat Tuhan mana lagi yang hendak engkau dustakan?‘ ramadhan tahun ini apa yang akan kita lakukan untuk membuktikan kecintaan kita kepadaNya?, maka sesungguhnya merugilah orang-orang yang tidak memiliki target untuk melewati bulan ramadhan kali ini. Kesempatan mendapatkan berbagai kemuliaan dibuka lebar-lebar, pahala berlipat sudah Allah siapkan, maka tungguh apa lagi.

Ramadhan bulan penuh cinta, mari wujudkan dengan menambah kecintaan kita kepada sesama saudara kita, diluar sana banyak yang masih belum beruntung dari kita. Program sedekah sudah bertebaran disekitar kita. Untuk yatim, dhuafa, tetangga sebelah rumah yang mungkin masih kesulitan menyiapkan hidangan spesial berbuka.  Cukupkah kita hanya menjadi saksi, melewatkan kotak amal didepan kita tanpa mengisinya?. Maka nikmat Tuhanmu manakah yang akan kamu dustakan. Wujudkan rasa kesyukuran kita dengan menambah kecintaan kepada sesama dibulan ramadhan penuh cinta, sekali lagi Ramadhan adalah bulan penuh cinta.

Pagi Ramadhan ke 3,  1438 H

Share to Media

Related For Ramadhan Bulan Penuh Cinta