Menu

Ramadhan Bulan Tabiyah

pawai1

Ramadhan datang kembali, menyapa setiap muslim, disambut dengan suka cita bagi mereka yang sudah menanti-nanti kehadiranya. Bulan Ramadhan bisa kita diibaratkan sebagai satu sekolah khusus dengan program pendidikan yang selalu dibuka setiap tahun, dengan tujuan pendidikan praktis terpadu dalam suatu kurikulum spesial agar para peserta didiknya dapat lulus dengan menyandang gelar istimewa muttaqin.

Gelar muttaqin itulah yang banyak dicari-cari, karena setiap orang yang memiliki gelar tersebut akan mendapatkan jaminan ampunan dari Allah, terbebas dari api neraka. Jaminan ini langsung disampaikan oleh Rasulullah : “Barangsiapa berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharapkan pahala dari Allah Swt, niscaya Allah mengampuni dosanya yang telah lalu. Dan barangsiapa melakukan amal ibadah tambahan (sunah) di bulan Ramadhan karena iman dan mengharapkan pahala dari Allah Swt, maka ia akan diampuni dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari Muslim).

Oleh karenanya, tidak salah apabila bulan Ramadhan ini disebut juga sebagai syahrul at tarbiyah (bulan pendidikan),  dengan lingkup yang sangat luas, baik menyangkut tarbiyah jasadiyah, tarbiyah fikriyah, maupun tarbiyah qalbiyah. Proses pendidikan itu berlangsung selama sebulan penuh, dan bagi mereka yang lulus, maka disebut sebagai seorang yang bertakwa. Maka beruntunglah bagi kita bisa memasuki bulan ini, dengan semangat dan kegembiraan mari kita jalani seluruh proses peribadahan selama ramadhan ini berjalan.

Pelajaran dari setiap kurikulum pendidikan Ramadhan selama sebulan cukup menarik,  dengan ibadah puasa dipadukan rangkaian ibadah lain menjadikan setiap muslim berlomba-lomba meraih prestasi sebaik-baiknya. Ramadhan dapat mendidik kaum muslimin untuk memenuhi perintah-perintah Allah secara totalitas, tanpa mendebatkanya lagi, tanpa menundanya lagi. Lihatlah contoh, manakala terdengar gema adzan dari corong masjid, bergegaslah kita menuju masjid untuk menunaikan sholat isya dan tarawih, begitupun sholat yang lain.  Saksikanlah para anak-anak, tua muda semuanya nampak begitu antusias mendekatkan diri dengan Allah. Siapapun kita tiba-tiba tergerak hatinya, bahkan bagi sebagian mereka yang sebelumnya jarang atau tidak terbiasa ke masjid, mendadak begitu bersemangat menggerakan langkahnya menuju masjid.  Jadi tidak pantas rasanya seorang muslim jika selesai Ramadhan ketika mendengar satu perintah Allah, atau mengetahui satu hukum Rasulullah saw, ia memperdebatkannya bahkan enggan menunaikanya.

Ramadhan juga mendidik kaum muslimin agar dapat memelihara syahwat, sehingga seseorang yang telah mendapatkan pendidikan Ramadhan, maka ia akan lebih mampu untuk menahan diri dari syahwat yang berlebihan dan tidak terkontrol. Karena itu, ketika bulan Ramadhan dikatakan sebagai bulan menundukkan hawa nafsu, maka yang seharusnya terbayang dalam benak kita adalah kita mencampakkan dan membuang jauh-jauh seluruh aktivitas yang dilarang oleh Allah SWT. Jangan sampai Ramadhan ini malah menjadikan meningkatnya nafsu makan, dan nafsu berbelanja juga berlebih, nafsu mengghibah dan lain-lain.  Ramadhan juga mendidik kaum muslimin agar mampu mengendalikan nafsu keduniawian, menahan sifat amarah, dan beragam prilaku negatif lain.

Keistimewaan lain, Ramadhan mampu mendidik kaum muslimin untuk senang berinfak. Ramadhan mampu membentuk jiwa orang yang berpuasa menjadi dermawan dengan memberikan kebaikan kepada orang lain. Maka sudah semestinya, kepekaan sosial kita tersentuh dengan berbagai program sedekah yang ada.  Berbagai tempat banyak tawaran program bersedekah, misalnya sedekah berbuka puasa,  infak pendidikan, wakaf pesantren dan zakat. Sudah semestinya kita tidak boleh tertinggal ambil bagian dari program-program tersebut.   Ramadhan memberi satu pelajaran untuk merasakan penderitaan dan kesulitan orang lain, sebagaimana yang dikatakan Ibnu Qayyim: “Puasa dapat mengingatkan bagaimana rasanya perut keroncongan dan dahaga yang membakar dan sering dirasakan para fakir miskin.” Sehingga, di saat ia melihat orang lain serba kekurangan, maka tersentuhlah hatinya untuk berbagi kepada mereka. Mumpung semua pahala kebaikan dilipatgandakan, maka jangan pernah berhenti menebarkan kebaikan, jangan pernah lupa untuk bersedekah.

Kesimpulannya, Ramadhan adalah bulan pendidikan bagi keimanan kita, dengan rangkaian program tarbiyah yang diajarkan Ramadhan, maka kesempatan ini  harus kita rengkuh sebanyak-banyaknya. Yakinlah bahwa Ramadhan mampu mendidik jiwa kita dengan indikator peningkatan takwa dalam keseharian kita. Salah satu caranya, dengan menghadirkan Allah dalam setiap aktivitas dan perilaku, maka kita akan senantiasa terbimbing dari perbuatan-perbuatan yang dilarangNya. Setelah sebulan penuh dididik Ramadhan, ilmu pun didapat, maka langkah selanjutnya adalah mengamalkannya di 11 bulan berikutnya.

Apa gunanya, pendidikan 1 bulan kita lewati, gelar terbaik kita dapatkan, tapi selepas itu tidak ada perubahan dalam diri kita.  Islam menginginkan orang yang berilmu mengamalkan ilmunya demi kebaikan diri dan orang lain. Ilmu pada seseorang ibarat sebatang pohon dan amal sebagai buahnya. Perintah belajar dan menuntut ilmu bertujuan meningkatkan kuantitas dan kualitas amal muslim. Dengan amal itu pula, muslim memperoleh kebahagiaan di dunia dan selamat di akhirat.

Pagi, 2 Ramadhan 1439 / Mei 2018

Share to Media

Related For Ramadhan Bulan Tabiyah