Menu

Ramadhan, Tancap Gas Baca Qur’an

21/05/2018 | INSPIRATIF, MOTIVASI, RENUNGAN

raadhan quran

Memasuki bulan Ramadhan, tidak dipungkiri semua muslim memiliki perhatian yang cukup besar terhadap bulan mulia ini. Bahkan sejak umat terdahulu perhatian mereka ditunjukkan jauh-jauh hari sebelum datangnya Ramadhan. Bahkan para shahabat  sudah sejak selama enam bulan pertama memanjatkan doa kepada Allah agar mereka disampaikan di bulan Ramadhan, kemudian di enam bulan setelahnya mereka berdoa agar mereka dipertemukan dengan bulan mulia ini.

Jika mereka yang jelas dijamin surga saja begitu hebatnya dalam berlomba-lomba dalam kebaikan, tentu kita sebagai manusia belakangan yang tidak ada yang menjamin surga, pastinya lebih berhak untuk banyak melakukan ibadah.  Salah satu ibadah yang begitu dianjurkan menjadi pengiring ibadah puasa kita adalah membaca Al Qur’an.  Ramadhan bulan sekadar bulan puasa. Ramadhan juga merupakan bulan Alquran. Sebab, pada bulan Ramadhan diturunkan Alquran dan seluruh kitab suci lain ke muka bumi ini.

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيْهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَ بَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَ الْفُرْقَانِ

Bulan Ramadhan yang di dalamnya –mulai- diturunkannya Al-Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan keterangan-keterangan yang nyata yang menunjuk kepada kebenaran, yang membedakan antara yang haq dan yang bathil.” (QS Al-Baqarah: 185)

Tentu tidak heran jika ramadhan ini disebut sebagai bulan Qur’an, dan sudah menjadi kewajiabn kita untuk meningkatkan intensitas kita dengan al Quran, melalui berbagai carai, membaca, memahami, mengamalkan dan mengajarkanya.  Ramadhan diturunkan dengan ribuan kemuliaan yang bisa diraih oleh siapapun, terkhusus bagi mereka yang benar-benar menjadikan bulan ini sebagai momentum meningkatkan keimanan dan ketaqwaan. Salah satunya dengan berinteraksi dengan Al Quran.  Oleh karenanya, setiap hamba Allah yang ingin mendapatkan kemuliaan di sisi Allah, maka harus banyak berinteraksi dengan Al-Qur’an; baik dengan membaca, memahami, menyimak, mentadabburkan, menghafal dan mengamalkan kandungan isi Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari, serta mengajarkannya kepada orang lain.

Rasulullah saw bersabda: “Sebaik-baik kalian adalah orang yang mau belajar Al-Qur’an dan mau mengajarkannya”.(Bukhari dan Ashabus sunan).

Maka pertanyaan paling mendasar bagi kita, saat ini ramadhan sudah berjalan beberapa hari, sudah sejauh manakah intensitas kita bersama Al Qur’an.  Jika dikampung-kampung sudah di gemakan gerakan membaca Qur’an secara bersama-sama oleh remaja masjid, sudahkah kita juga melakukanya. Tentu kita berharap Al Qur’an yang kita miliki tidak saja hanya menjadi hiasa di almari yang belum terbuka sama sekali. Saatnya ramadhan kali ini kita jadikan motivasi untuk membacanya.

Dan Allah SWT juga berfirman dalam surat Al Anbiya ayat ke 10 : “Sesungguhnya telah Kami turunkan kepada kamu sebuah kitab yang di dalamnya terdapat sebab-sebab kemuliaan bagimu. Maka Apakah kamu tiada memahaminya?”

Di sinilah letak kebahagiaan yang dapat diperoleh setiap hamba ketika mendapat kesempatan mengarungi kehidupan di bulan Ramadhan; selain puasa, qiyamulail lail, juga tadarrus Al-Qur’an, yang merupakan sumber kemuliaan Islam dan umatnya. Maka jangan mau ketinggalan dengan anak-anak yang dengan semangat dan antusias berangkat mengaji, sementara kita yang dewasa hanya berdiam diri.

Bulan Ramadhan saatnya tancap gas untuk baca Qur’an, tentu saja tidak sekedar membacaranya, kita bisa memperdalam kandungan isinya. Bagaimana agar dalam satu bulan penuh kemuliaan ini kita bisa mengkhatamkan Qur’an? Pertanyaan ini masih sering ditanyakan, karena setahun saja kita jarang membacanya, mana mungkin dalam sebulan kita bisa menghabiskan membaca.

Sebenarnya jika ada semangat, kemauan dan komitmen yang kuat apapun bisa dilakukan. Ada beberapa tips paling simpel agar kita bisa menyelesaikan bacaan Qur’an kita.  Bacalah Qur’an setiap selesai Sholat, karena inilah waktu yang terbaik untuk membaca Al-Quran. Maka dari itu, biasakanlah membaca Al-Qur’an setelah shalat dan tentukanlah berapa minimal ayat yang harus dibaca. Misalnya, membaca 20 ayat setelah shalat, dalam sehari shalat lima waktu, maka tiap hari kita sudah membaca minimal 100 ayat.

Untuk efisiensi dan menghindari alasan untuk tidak membaca Al-Quran, bawalah Al-Quran kemana-mana. Jadi di manapun kita shalat, kita bisa membaca Al-Quran setelahnya. Selain itu, juga bisa membaca di tengah kesibukan misalnya saat kerja, dengan catatan tidak menganggu pekerjaan kita. Handphone yang kita miliki wajib di instal aplikasi Qu’ran, kebiasaasn membuka media sosial, bermain game dan lain-lain bisa kita ganti membaca Qur’an.

Tapi satu hal yang perlu diingat, meskipun tancap gas, namun baca Al Qur’an dengan tartil dan penuh tadabbur  (perenungan) itu lebih utama daripada membaca Al Qur’an dengan cepat meskipun dihasilkan banyak bacaan. Karena memang maksud membaca Al Qur’an adalah memahami dan merenungkan isinya, juga ditambah dengan bisa mengamalkan kandungannya. Sedangkan membaca dan menghafal Al Qur’an adalah jalan untuk bisa memahami maknanya. Jadi, mumpung ramadhan baru berlalu beberapa hari, kesempatan masih terbuka lebar bagi kita. Mulai saat ini mari kita tancap gas untuk membaca Qur’an.

Ramadhan ke 4 1439 H

 

Share to Media

Related For Ramadhan, Tancap Gas Baca Qur’an