Menu

Renungan

04/09/2010 | Uncategorized
Empat September, mengenang perjuangan  seorang bunda
Setiap memasuki tanggal 4 September seperti hari ini,  selalu saja terlintas  kembali  dalam benak saya atas sebuah momentum sejarah yang mungkin tidak pernah terlupakan dalam hidup saya.  Sejarah perjuangan seorang wanita yang mempertaruhkan nyawa yang dimiliki. Wanita itu kini sudah semakin tua, secara fitrah beliau menghadapi pengalaman jihad memperjuangkan hidup dan mati untuk melahirkan seorang putra yg sudah dikandungnya selama 9.
Yach, tanggal 4 September pada masa itu, 27 tahun yang lalu untuk pertama kalinya seorang bayi kecil berhasil menghirup udara di dunia.  Keberhasilannya tak lepas dari kebesaran Allah yang telah memberikan kekuatan kepada wanita tersebut.
 Sungguh, waktu tak terasa begitu cepat berlalu, kini saat 4 September kembali hadir untuk mengenangnya sebuah do’a tulus disampaikan kepada Allah dalam sholat malamnya. 

“maaf bunda, tiada kado terindah yang bisa ananda berikan dihari spesialmu ini, hanya do’a tulus, kumohonkan kiranya Allah memanjangkan usiamu hingga aku masih berkesempatan membahagiakanmu.  Maafkan aku bunda, belum bisa menjadi kebangaanmu, disaat 4 semptember datang kembali, ingin rasanya kucium kakimu, namun apa daya ananda kini jauh di seberang pulau, terimakasih atas semua yg telah bunda berikan yang takan mungkiin bisa aku balas”   I Love You Bunda……

Share to Media

Related For Renungan