Menu

Spirit Hari Ibu dan The Power of Emak-Emak

22/12/2018 | CERITANYA, INSPIRATIF, MOTIVASI

emak2Hari ini tanggal 22 Desember 2019, diperingati sebagai Hari Ibu, saya lebih senang menyebut sebagai hari emak. Barangkali tidak banyak yang tahu tentang sejarah hari ini,  namun saya yakin spirit hari emak ini akan terus terjaga sampai dengan hari ini. Hari Ibu di Indonesia dilandasi oleh tekad dan perjuangan kaum perempuan untuk mewujudkan kemerdekaan dilandasi oleh cita-cita dan semangat persatuan kesatuan menuju kemerdekaan Indonesia yang aman, tenteram, damai, adil, dan makmur.

Sebagaimana diketahui bahwa Hari Ibu dideklarasikan 17 tahun sebelum Indonesia Merdeka, dalam sebuah Kongres Perempuan Pertama Indonesia pada tanggal 22 Desember 1928, di Yogyakarta.  Kongres ini dihadiri oleh wakil-wakil dari perkumpulannya Boedi Oetomo, PNI, Pemuda Indonesia, PSI, Walfadjri, Jong Java, Jong Madoera, Muhammadiyah, dan Jong Islamieten Bond. Tokoh-tokoh populer yang datang antara lain Mr. Singgih dan Dr. Soepomo dari Boedi Oetomo, Mr. Soejoedi (PNI), Soekiman Wirjosandjojo (Sarekat Islam), A.D. Haani (Walfadjri).

Lebih dari 600 ibu-ibu dari berbagai kalangan dan latar pendidikan hadir dalam kongres Perempuan Indonesia Pertama ini. Organisasi-organisasi yang terlibat dalam penyelenggaraan itu antara lain:  Aisyiyah, Wanita Utomo, Putri Indonesia, Wanita Katolik,  Wanita Mulyo, perempuan-perempuan Sarekat Islam, Darmo Laksmi, perempuan-perempuan Jong Java, Jong Islamten Bond, dan Wanita Taman Siswa.

Saat ini gerakan wanita di Indonesia sudah berkembang luar biasa pesat, Aisyiyah sebagai salah satu organisasi otonom Muhammadiyah tidak pernah surut berjuang menjadi yang terdepan dalam beragam kegiatan. Aisyiyah mendampingi Muhammadiyah turut memajukan bangsa melalui gerakan dakwah sosial dibidang pendidikan, kesehatan hingga pemberdayaan ekonomi. Rasanya patutlah kita apresiasi organisasi tertua dan terbesar di Indonesia ini. Hidup Aisyiyah…

emak1

Beberapa waktu terahir ada fenomena menarik tentang para ibu-ibu yang biasa dikenal dengan istilah emak-emak ini.  Momentum tahun politik jelang pemilihan presiden tahun 2019 nanti seakan menjadi pematik awal spirit baru para emak.  Sebutan emak-emak kian populer dimasyarakat melalui beragam aktivitas di media sosial. Suara emak-emak akan menjadi kekuatan yang berusaha diperebutkan oleh setiap kubu politik yang akan berlaga dalam kontestasi Pemilihan Presiden 2019. Salah satu Calon Wakil Presiden Sandiaga Uno dikenal memiliki basis pendukung emak-emak militan. Dalam beberapa kesempatan selalu menyampaikan, begitu banyak partai tetapi belum ada ‘partai emak-emak‘ yang memikirkan nasib para ibu di Indonesia. Dan inilah kemudian muncul fenomena baru gerakan para perempuan yang mendukung pasangan Prabowo Sandiaga dengan sebutan Partai Emak-Emak Pendukung Prabowo Sandi (PEPES).  Dan konon PEPES ini sudah menyebar luas keseluruh wilayah Indonesia, lihat saja aktivitas mereka bertebaran di media sosial sebagai salah satu tim yang paling bersemangat mempromosikan Prabowo Sandiaga langsung kelingkungan masyarakat,  itulah bukti kekuatan emak-emak.  Bagi saya ini sebuah fenomena positif, tentang kesadaran baru yang tumbuh dari kalangan perempuan yang mengalami kegelisahan kondisi perekonomian keluarga mereka. Para emak-emak inilah yang faham bagaimana kesulitan memenuhi kebutuhan harian para keluarga ditengah keterbatasan penghasilan keluarga.

Spirit para emak-emak ini diharapkan akan menjadi kekuatan yang berpengaruh dan bisa dimaksimalkan oleh tim pemenangan Prabowo Sandi.  Mamang harus kita akui , faktor emosional terkadang mampu mempengaruhi dan mengubah pilihan rasional para pemilih.  Sosok “emak” dianggap sebagai figur yang bisa dipercaya karena memiliki nilai-nilai kejujuran yang murni, sehingga apa yang disampaikannya menjadi pilihan yang patut dipertimbangkan, bahkan wajib diikuti oleh keluarga semua keluarga yang mencintai dan menghormati emak. Inilah yang kemudian wajar saja jika suara emak-emak dikapitalisasi dan “the power of emak-emak” bisa dijadikan sebagai mesin pendulang suara. Sah-sah saja menurut saya.

Akhirnya, saya berdoa semoga para emak di Indonesia selalu diberi kekuatan dan kemudahan dalam setiap langkahnya. Khusus untuk emak saya di Kalimantan, meski jauh dikampung halaman, dihari spesial ini saya kirimkan doa khusus semoga emak selalu sehat dan selalu dalam lindungan Allah.  Spesial bagi para emak-emak pendukung Prabowo Sandi, mari kita sinergikan kekuatan para emak untuk terlibat langsung sebagai penentu nasib bangsa ini kedepan. Percayalah bahwa para emak bisa menjadi pejuang tangguh dan paling militan. Mari berjuang bersama untuk Indonesia Adil dan Makmur. Aamiin

Selamat Hari Ibu, eh Hari Emak, tetap semangat ya mak…

Share to Media

Related For Spirit Hari Ibu dan The Power of Emak-Emak