Pagi ini mumpung libur, cuaca cerah dan saya berniat menuju tempat Cuci Motor langganan saya, maklum akhir-akhir ini Jogja dan sekitarnya terus-terusan dilanda hujan deras, Mumpung cuaca cerah saya berniat mencuci motor yang sudah lumayan kotor. Urusan cuci motor saya lebih percaya dengan para tukang cuci motor di pinggir jalan yang sudah jadi langganan sejak dulu. 
Terkadang memang saya sempat kapok juga, saat musim hujan seperti ini mencuci motor, pagi di cuci sore harinya kehujanan, tapi apa mau dikata, justru inilah keadilan Allah di tunjukan, saya berfikir dengan cuaca yang tidak menentu seperti ini rekan-rekan saya yang berprofesi jadi tukang cuci motor mendapatkan rejekinya. Terkadang ada rasa kasihan juga, disaat hujan deras seharian seperti kemarin, pastinya mereka tidak mendapatkan apa-apa, karena jelas tidak ada motor yang di cuci. 
Dalam sebuah obrolan singkat dengan tukang cuci motor saya dapatkan satu pelajaran baru, bahwa mereka tidak pernah mengeluh dengan apapun keadaan yang terjadi. Disaat cuaca hujan satu hari penuh barangkali mereka harus merelakan diri untuk menutup usahanya karena sudah dipastikan tidak ada orang yang mencuci motor. “Kemarin hujan deras seharian mas, saya cuma dirumah sama anak saya, alhamdulillah bisa nemanin anak dirumah” begitu yang dia ucapkan sambil sibuk membersikan motor saya.  
Saya tertegun, Subhanallah… dia masih sempat bersyukur, padahal seharian dia sudah pasti tidak mendapatkan rejeki, karena satu-satunya sumber rejekinya dari hasil mencuci motor. Hari ini dia tetap bersemangat membuka tempat cuci motor dipinggiran jalan itu dengan harapan besar hari ini kembali cerah sehingga banyak orang datang untuk mencucikan motor, dan rejeki merekapun kembali mengalir.
Saya nggak pernah mengeluh mas, mau gimana cuacanya insyaAllah rejeki pasti datang” kata pria kurus yang sudah biasa mencuci motor saya sejak 3 tahun ini.
 
Sebuah kata sederhana tetapi seringkali kita praktekkan langsung baik secara sadar maupun tidak MENGELUH. Hampir disetiap kesempatan saya sering sekali mendengar orang mengeluh. 
Ustadz… soalnya susah banget, kita bingung” begitu keluhan salah satu siswa kelas 3 di sekolah saya beberapa hari lalu selepas mereka mengerjakan Soal-Soal Ujian Sekolah.
Wah Pak Bos kelewatan, waktunya libur malah di suruh lembur, padahal ane ada jadwal keluarga nih”  keluhan ini saya dengar dari rekan saya beberapa waktu lalu.
Duh kerjaan saya kok ditambahin melulu tiap hari, padahal itu kan bukan tugas saya”
” Anak-anak kelas 7 E susah banget diatur yach, saya jadi males masuk ke kelas mereka” ucapan dari rekan seprofesi saya.
Mengeluh adalah hal yang sangat mudah dilakukan dan bagi beberapa orang hal ini menjadi suatu   dan parahnya lagi mengeluh menjadi suatu kebanggaan. Bila Anda memiliki dua orang teman, yang pertama selalu berpikiran positif dan yang kedua selalu mengeluh, akan lebih senang berhubungan dengan yang mana? Menjadi seorang yang pengeluh mungkin bisa mendapatkan simpati dari teman kita, tetapi tidak akan membuat kita memiliki lebih banyak teman dan tidak akan menyelesaikan masalah kita, bahkan bisa membuat kita  kehilangan teman-teman kita.

Yang menjadi pertanyaan adalah mengapa kita mengeluh? Kita mengeluh karena kita kecewa bahwa realitas yang terjadi tidak sesuai dengan harapan kita. Bagaimana kita mengatasi hal ini. Caranya sebenarnya gampang-gampang susah, kita hanya perlu bersyukur.

Saya percaya bahwa di balik semua hal yang kita keluhkan pasti ada hal yang dapat kita syukuri. Sebagai ilustrasi, Anda mengeluh dengan pekerjaan Anda. Tahukah Anda banyak jumlah pengangguran yang ada di negeri kita? Hampir 60% orang pada usia produktif tidak bekerja, so bersyukurlah Anda masih memiliki pekerjaan dan penghasilan. Atau Anda mengeluh karena disuruh lembur atau disuruh melakukan kerja ekstra. Tahukah Anda bahwa sebenarnya atasan Anda percaya kepada kemampuan Anda? Kalau Anda tidak mampu tidak mungkin atasan Anda menyuruh Anda lembur atau memberikan pekerjaan tambahan. Bersyukurlah karena Anda telah diberikan kepercayaan oleh atasan Anda, mungkin dengan Anda lebih rajin siapa tahu Anda bisa mendapatkan promosi lebih cepat dari yang Anda harapkan.
Bukankah Allah SWT sudah jelas-jelas menjanjikan kepada kita bahwa siapapun hambanya yang bersyukur pasti akan di tambahkan lagi nikmat kepadanya ( QS. Ibrahim : 7 ) 

Pengalaman ngobrol dengan rekan-rekan saya tukang cuci motor hari ini banyak memberi inspirasi bagi saya, bahwa tidak sepantasnya kita mengeluh. Karena sejatinya keluhan tidak akan pernah menyelesaikan masalah.  Saya jadi berfikir, ketika akhir-akhir ini para pejabat, bahkan pak Presiden terkadang sering mengeluh, kenapa beliau tidak belajar dari Tukang cuci motor langganan saya. 
Andai saja Pak presiden ketemu dengan rekan saya itu pastinya dinasehati seperti ini : 
“Jangan kebanyakan mengeluh Mas”
Share to Media
51 thoughts on ““Jangan kebanyakan mengeluh Mas””
  1. Today, with all the fast life style that everyone is having, credit cards have a big demand throughout the economy. Persons coming from every area of life are using credit card and people who aren’t using the credit cards have made up their minds to apply for even one. Thanks for expressing your ideas about credit cards. https://psoriasismedi.com best psoriasis medications

  2. I precisely desired to say thanks again. I’m not certain the things I could possibly have created in the absence of the actual creative concepts discussed by you concerning my concern. It absolutely was a depressing concern for me personally, but considering a new professional fashion you handled it forced me to cry for delight. I’m grateful for the assistance and as well , expect you comprehend what a powerful job that you are carrying out educating men and women by way of a web site. I am certain you’ve never come across all of us.

  3. Needed to write you this very small word to help thank you very much yet again with your wonderful views you have shown on this website. This is so wonderfully open-handed with you to supply without restraint what exactly some people would have supplied for an electronic book to make some profit on their own, specifically since you might well have tried it in the event you wanted. Those tricks likewise worked to provide a great way to understand that the rest have the same zeal the same as my very own to understand whole lot more with respect to this problem. I think there are thousands of more pleasurable times up front for those who view your website.

  4. asswrwb…. setelah baca jadi malu, *sering sekali ngomel krn pusing ngurusin anak2 yg ribut… baiknya semua disyukuri, masih banyak yg blm pny anak malah kepengen banget..^_^

  5. iya pak ustadz juga jangan mengeluh y hehehe
    sebuah pelajaran yang menginspirasi mas kalau lg dalam kondisi g enak emang bawaanya pengen ngeluh terus 😀

  6. waduh,kayanya saya emang sering banget ngeluh nih. sukaga sadar kadang2.kadang2 sadar juga.hehhe…moga saya bisa lebih baik deh.
    btw, di aceh ujan juga nih.jd malas cuci motor. keluar doorsmer lngsung ujan lg.:(

  7. # Mbak Ajeng : Betul… gak nyangka kita punya pengalaman yang serupa… makasih udah mampir mbak

    # neng Sarah : hmmm amin… dapat kata-kata baru nih, ikhlas tanpa keluh kesah, semoga kita bisa ya neng

    # Mas Geafry : Mudah-mudahan kita bisa menjadi seperti Tukang Cuci ( maksudnya pribadi yg senantiasa bersyukur ) makasih udah mampir mas…

  8. iya mas ya..
    hebat tukang cuci motor itu.. masih bisa bersyukur.
    hari ini hujan deras, belum dapat rejeki..
    Insya Allah besoknya banyak yang cuci motor karena kemaren kehujanan..

    Allah maha adil kepada umatnya

  9. Artikelnya keren sampai tersentak membacanya.
    Benar sarah setuju, semoga saja kita dapat menjadi manusia yang ikhlas tanpa keluh kesah dalam hidup.
    Amin.

  10. Seperti ceritanya pak Sis juga, hanya saja beliau berbincang dengan seorang tukang becak mas… terima kasih ya, cerita di atas inspiratif. semoga kita senantiasa menjadi hamba-Nya yang beriman dan istiqomah

  11. Mbak Reni : iya mbak, smoga kita semua bisa belajar dari hal apapun, dan mulai saat ini kita bisa meminimlisir kebiasaan mengeluh kita… salut juga deh buat catatn kecilnya…

    Shahas : Yuk kita jadikan hari-hari dengan penuh syukur, dan membuang semua keluhan yang ada.. SUkses ya…

  12. salut banget dg tukang cuci motor itu. disaat orang lain sibuk mengeluh, dia tetap percaya bahwa Allah tetap akan memberikan rejeki bagi keluarganya.

  13. terimakasih ya mas Odjie, udah mengingatkan. terus terang aja terkadang tanpa aku sadari, aku mengeluh juga. semoga setelah ini aku tak lagi suka mengeluh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.