Beberapa hari ini mungkin akan menjadi hari-hari yang penuh dengan suasana tegang bagi beberapa orang, khususnya yang terkait dengan pelaksanaan Ujian Akhir. Sebuah pesta tahunan diseluruh sekolah di Indonesia. Ketegangan pertama terasa dilingkungan sekolah, kepala sekolah, dan guru-guru merasa tegang menjelang pelaksanaan UN, mereka harus mempersiapkan siswa-siswinya agar bisa lulus dengan hasil maksimal. Secara tidak langsung, hasil perolehan nilai bagi sekolah merupakan pertaruhan gengsi tersendiri di daerah. Setidaknya hal ini yang selama ini terasa dibeberapa sekolah yang ada. Sehingga tidak heran bagi bebrapa guru di sebagian sekolah ada harus bekerja ekstra keras untuk memberi latian soal (tryout) menjelang pelaksanaan UN. Terkadang tanpa memperhatikan bahwa para siswa sebenarnya juga butuh masa tenang.
Berikutnya yang tidak kalah tegang adalah para orang tua/wali siswa, mereka justru terkadang lebih bingung dibanding anak-anak mereka. Beberapa waktu lalu ketika saya bertemu dengan Orang tua/wali siswa banyak diantara mereka yang “curhat” terkait dengan para putra-putri mereka yang saat ini sudah duduk di bangku kelas 3. Ada yang sampai gak bisa tidur lantaran selalu membayangkan kalau sampai anak mereka tidak lulus, ada pula yang mengatakan bahwa mereka terus-terusan berdoa melalui sholat tahajud agar anaknya bisa lulus UAN. Secara sengaja saya memantau kondisi anak-anak mereka karena sehari-hari bertemu dengan saya, nampaknya mereka sudah siap 1000% untuk bertempur menghadpi Ujian Akhir.
Ketegangan yang paling terasa tentu saja pada anak-anak peserta UN sendiri. Banyak diantara mereka yang justru merasa khawatir dan takut kalau nilai mereka tidak memenuhi standar kelulusan yang sudah ditentukan pemerintah. Tidak heran dibeberapa sekolah, termasuk di sekolah saya, beberapa hari lalu diadakan pelatihan, motivasi dan penyegaran bagi para siswa agar mereka lebih siap menghadapi Ujian Akhir nanti. Tidak jarang kadang-kadang para anak-anak menangis pada saat berdo’a, entah karena terlalu khusyu atau terlalu takut dan kwatir. Tapi yang jelas hal semacam ini justru malah membuat mereka lebih tegang. Untung saja disekolah saya tidak ada acara khusus untuk berdo’a, istighosah atau apapun namanya. Para siswa memang sudah dibiasakan untuk menunaikan sholat malam sejak dari kelas 1, sehingga kami memang tidak mengadakan seremonial khusus untuk menyambut UN.
Dalam beberapa kesempatan ketika bersama siswa kelas 3 saya selalu meyakinkan kepada mereka bahwa Ujian Nasional bukan hantu yang menyeramkan yang layak ditakuti. Saya menyarankan kepada mereka untuk tetap tenang, enjoy dan percaya diri dengan kemampuan masing-masing. So tidak ada alasan buat kita untuk ikut-ikutan tegang.  Ujian Nasional itu seperti pesta besar yang sudah 3 tahun kalian tunggu-tunggu, jadi hadapi dengan perasaan senang dan tenang begitu yang saya sampaikan kepada mereka. Alhamdulillah, sampai dengan tulisan ini diposting, anak didik saya masih semangat dan insyaAllah jauh dari ketegangan.
Bagi sebagian rekan-rekan selaku pendidik pastinya sudah punya trik khusus untuk menumbuhkan kepercayaan diri para siswa, banyak cara yang bisa kita lakukan. Yang paling utama perlu diingat bahwa Ujian Nasional kali ini harusnya dijadikan momentum bagi kita untuk membuktikan prilaku jujur. Para siswa hendaknya diberikan pemahaman untuk lebih percaya dengan kemampuan sendiri. Banyak kasus yang sering kita dengar, ketika usai pengumuman kelulusan tidak sedikit yang pingsan, menangis karena tidak lulus, setelah di telusuri mereka menjawab melalui kunci jawaban palsu yang diperoleh melalui sms.  Hal-hal semacam ini semoga tidak pernah terjadi lagi di negeri kita, mari kita berikan keteladanan untuk berlaku jujur, dan percaya dengan kemampuan sendiri.  Selamat menempuh Ujian Akhir, Selamat Berpesta !
Share to Media
77 thoughts on “Tegang Menjelang Pesta ( UN 2011)”
  1. I am only writing to make you understand what a terrific experience our princess undergone viewing yuor web blog. She picked up such a lot of things, with the inclusion of what it is like to possess an ideal teaching style to make the others without hassle thoroughly grasp specified tricky topics. You undoubtedly surpassed visitors’ expected results. Thanks for showing those valuable, trustworthy, revealing not to mention unique tips on your topic to Sandra.

  2. Heran sama acara doa2 yang pake nangis2 itu, bener mas, malahan kan makin tegang deh..

    klo aku dulu sebelum UN udah percaya aja gitu pasti lulus, ya pas ngerjain soal jadinya gak tegang sama sekali karena otak udah terangsang untuk berhasil 😀

  3. hmm,,jdi ingat UN dlu,,:D
    buat yg akn mnghdpi UN msti byk berdo'a & brikhtiar (belajar] trus jgn lupa srapan jga sblum k skolah, biar g' gugup krna laparrrr..hehehehh

  4. qu berkunjung kesini, menghabiskan waktu lumayan lama, yg pertama untuk membaca postingan, 2. ngeliat orok agy ketawa,, 3. liat photo slide .. heheh

    🙂

  5. Saya sudah melewati UN dan dengan bangga menyatakan, bahwa saya telah bebas dari pelajaran sekolah 😀

  6. Putri rasa, Kelas 12 nggak bakal mau bilang ini adalah “Pesta”.
    ini lebih mirip hukuman kali yah.. hehehe

    Salam Satu Spirit
    “Putri JRs”

  7. informasi berharga, kalau boleh menambahkan dengar-dengar polisi dilibatkan untuk melakukan penawasan apa betul?, jika betul apa nggak menambah ketegangan. bolehlah polisi ikut mengawasi tapi jangan pakai seragamnya. salam

  8. # Dhila : Hahaha…ketakutan gak harus bikin kita nyontek lho ya
    # Wien : Tetap Santai dan Serius nih, Yuk kita doain biar mereka bisa lulus
    #Bunda Loving : Selamat ya bunda, semoga anaknya bisa lulus dgn hasil yg maksimal
    # Tukang COlong : Jangan tegang bro santai saja
    # Ajeng : Kalau pasca UN pada koar-koar karena merayakan kemenangan, semoga anak2 bisa lebih tertib nantinya ya…

  9. # Tunsa : Lho Iya ya… heheheh sehati deh

    # Mei Ashir : Yups btul banget, pendekatan pada Tuhan lebih utama

    # Aciiid : Selamat UAN yach, semoga lulus aja deh

  10. Wah, sekolah yang jarang saya temui ni. dibiasakan untuk sholat malam sejak kelas 1.
    saya herannya, ditipi2 malah nggak ada liputan tentang ketegangan UN, berbeda pas setelah UN malah pada koar2…aneh

  11. Salam kenal…anakku mg depan jg mau ujian UN Smp, tp kayaknya yg lebih stress dan khawatir itu kok aku ya….
    Semoga warga Indonesia yg lg ikut UN SD<<....semua lulus 100%..termasuk anakku,lulus dg nilai tinggi....

  12. iya bener, masa-masa yg sangat menegangkan nih buat peserta UN…sukses deh buat semuanya yg lagi UN…

  13. sy harap ujian tidak lagi menjadi momok buat kebanyakan siswa.. kasihan soalnya klo bikin org ketakutan, malah kepikiran nyontek mereka. 🙁

  14. hehe meskipun ingin hepi dan tenang tetap saja saya suka takut kalau harus hadapi ujian, tapi balik lagi deh mendekatkan diri pada Tuhan untuk mencari ketenangan hadapi ujian ^^

  15. M. Avip : Kalau yg soal musik saya sepakat pak, asal jgn terlalu berisik, hehehe…barangkali perlu inovasi dari penyelenggaraan UN biar lebih semarak… hehehe

  16. Karena pesta, mestinya tidak tegang. Juga kenapa harus ada peringatan dilarang berisik segala, justru harusnya diiringi musik yang seru biar enjoy. Iya nggak pak?

  17. #Anisayu : Serius dan santai, asal jangan terlalu santai ya non

    #Nova : was-was boleh, tapi tetep waspada.. hehehehe

    Gaphe : hehehe… hampir semua yg pernah jalanin pasti punya pengalaman yg sama… tegang…!

  18. untung masa itu udah lewat.. mungkin bagi yang nggak menjalani, ngomong dan nasehatin itu mudah..cuman saya juga dulu sempat tegang karena takut nggak bisa maksimal. itu aja sih..

  19. Wah kalo terlalu tagang malah ga bisa konsen ya itu benar
    Jadi santai tapi serius gitu kaya aku hehehe
    Artikel yg bagus…..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.